Beranda Lombok Timur Sisi Lain Dampak Gempa Bumi Melanda Lotim (1)

Sisi Lain Dampak Gempa Bumi Melanda Lotim (1)

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA TAK ADA AIR: Pipa milik PDAM Lotim, di komplek perumahan Denggen tidak ada mengeluarkan air. Kondisi itu dikeluhkan para pelanggan.

Air Sumur Menyusut, PDAM Sebut Musim Kemarau Berpengaruh

Akibat gempa bumi melanda daerah ini, berdampak terhadap sumur warga. Kini, warga Anjani terpaksa harus irit dalam menggunakan air sumurnya.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

BEBERAPA wilayah di Lombok Timur (Lotim), merupakan daerah subur yang banjir akan sumber mata air. Namun sebagian wilayah lainnya, sejak lama menjerit karena kesulitan mendapatkan sumber air bersih. Seperti masyarakat wilayah selatan Lotim, sudah menjadi masalah klasik yang hingga kini masih merogoh gocek untuk bisa mendapatkan air bersih. Mereka membeli per tangki dari para pedagang yang langsung mengantarkan ke depan rumahnya.
Sementara bagian utara Lotim, mereka justru kebanjiran air. Sehingga pemenuhan air untuk kebutuhan pertanian di wilayah utara daerah ini, seperti Kecamatan Sembalun, Aikmel, Suela, Wanasaba dan Pringgabaya hingga Suralaga serta Kecamatan Selong, tidak kesulitan air. Termasuk wilayah Kecamatan Montong Gading dan sebagian wilayah Sikur. Jika kebutuhan air pertaniannya di wilayah utara terpenuhi, artinya kebutuhan akan air bersih juga terpenuhi baik.
Namun sejak terjadi gempa bumi melanda Gumi Patuh Karya tanggal 29 Juli lalu, yang disusul dengan gempa susulan yang sudah mencapai ribuan kali, secara perlahan-lahan diduga mengakibatkan terjadinya penyusutan air sumur warga. Contoh kecil, Desa Anjani Kecamatan Suralaga. Kendati musim kemarau, tak pernah air sumurnya menyusut.
Tetapi sejak terjadi gempa bumi, ditengarai sumur warga di wilayah Anjani, mengalami penyusutan cukup drastis. Bahkan, tidak sedikit sumur warga setempat hanya bisa menghasilkan satu sampai dua ember saja. Akibatnya, masyarakat Anjani saat ini terpaksa harus irit air bersih. “Sejak gempa, air sumur kami hampir mengering. Tidak seperti biasanya, tidak pernah seperti ini. Meski itu musim kemarau,” kata Marzuki, warga Anjani pada Radar Mandalika.
Berbeda dengan versi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lotim. Jangkauan pikiran atau pengamatan mereka, tak pernah sampai terjadi debit mata air yang dikelola mengalami penyusutan sebab gempa bumi. Memang, saat terjadi gempa waktu lalu, hanya pernah mengakibatkan mata air di Tojang dan Berang Tapen Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya, mengalami keruh. Namun sudah kembali normal seperti biasa.
Sejauh ini, terjadinya penyusutan debit mata air PDAM, tidak lain karena musim kemarau. Sebab, kondisi ini sudah terjadi setiap musim kemarau. “Kalau ada pelanggan kami yang mengeluhkan kondisi air PDAM utamanya di wilayah Kota Selong, seperti keluhan pelanggan di komplek perumahan denggen, itu sebab teknis saja. Nanti kami kumpulkan semua, apakah kita berlakukan sistem gilir. Jangan sampai ada pelanggan kita tidak dapat air dalam waktu 24 jam,” kata Rusdi, Direktur Umum (Dirum) PDAM Lotim, pada Radar Mandalika, via ponselnya, kemarin. (Bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here