Beranda Headline Penadah Motor Curian Lintas Kabupaten Dikerangkeng

Penadah Motor Curian Lintas Kabupaten Dikerangkeng

BERBAGI

Pelaku Nyambi Jadi Bandar Sabu

PRAYA — Tim Satgas Pemberantasan Kejahatan Jalanan Polres Lombok Tengah (Loteng), berhasil menangkap sindikat penadah jaringan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), lintas Kabupaten di NTB, Sabtu lalu. Mengejutkannya lagi, pelaku juga merupakan pengedar narkoba jenis sabu.
Pelaku Sarudin alias Sar alias Amaq Gian, 30 tahun warga Dusun Dasan Baru, Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur (Pratim) digerebek polisi di rumahnya.
Pengungkapan sindikat penadah motor curian ini, berawal berdasarkan pengembangan tersangka sebelumya. Namun sesuai laporan resmi nomor 09/I/2018/NTB/Res Loteng, tanggal 06 Januari 2018 dan DPO /04/II/ Res Loteng, 6 Februari 2018 dengan korban pelapor, Ferdrik Adi Fahrudin, 35 tahun warga Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
Dari penggerebekan di rumah pelaku, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa, 14 lembar STNK, dua bungkus plastik kelip sabu, satu buah hp, tiga poket sabu, empat korek api, satu bong alat hisap, pipet warna hijau, gunting, dua plat nomor kendaraan, lima buah paku beton, dua buah kunci sepeda motor, satu buah pensil, satu buah carter dan 24 kendaraan yang diamankan tidak jauh rumahnya saat ingin ditangkap saat pertama kali.
“Kami sempat ingin menangkap pelaku beberapa bulan lalu. Namun pelaku sudah melarikan diri,” terang Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles P Girsang, kemarin.
Rafles menegaskan, pelaku ini sudah beberapa bulan menjadi buron dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi. Namun baru-baru ini mendapatkan informasi bahwa pelaku sudah pulang, sehingga tim satgas bersama Buser Narkoba melakukan penggerebekkan di rumahnya. Hasilnya pelaku yang kebetulan sedang tidur di kamar ditangkap tanpa perlawanan.
“Pelaku ini juga dikenal sebagai bandar sabu,” bebernya.
Refles menambahkan, tersangka memang dikenal licin, sebab pelaku membeli kendaraan motor curian dari wilayah Mataram, Loteng, Lotim dan Lobar dengan harga murah. Hanya saja dari hasil pemeriksaan, hingga sekarang pelaku belum buka mulut berapa harga dia beli kendaraan itu, dari siapa dan akan dijual kemana.
“Kami masih melakukan pengembangan,” tuturnya.
Sementara itu, dari puluhan kendaraan yang diamankan sebelumnya itu, beberapanya sudah dikembalikan kepada pemiliknya. “Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kami kepada masyarakat,” tambah dia. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here