Beranda Headline Mengikuti Perayaan HUT Polwan ke-70 Ala Polres Lombok Tengah

Mengikuti Perayaan HUT Polwan ke-70 Ala Polres Lombok Tengah

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA SELAMAT POLWAN: Para Polwan di Polres Loteng saat foto bersama sebelum dilakukan olahraga bersama, Sabtu lalu.

Bangkitkan Semangat Warga, Kapolres dan Anggota Tidur di Tenda Pengungsian

Ada yang menarik dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT), Polisi Wanita (Polwan) ke-70 ala Polres Lombok Tengah (Loteng). Acara puncak HUT Polwan jatuh pada tanggal 1 September, Sabtu lalu. Para polisi cantik ini, dan jajaran personel Polres lainnya turun ke lokasi pengungsian korban dampak gempa bumi. Seperti apa? Berikut catatan wartawan Radar Mandalika.
JAYADI-LOTENG

ANEH tapi nyata. Untuk merayakan momentum tahunan, Polwan di Polres Loteng tidak lagi seperti tahun lalu. Kali ini, mereka para Polwan dan Bhayangkari, termasuk jajaran Polres lainnya turun menyapa para korban dampak gempa bumi di wilayah Utara Loteng. Tepatnya di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara (BKU).
Sebelum ke lokasi, siang pukul 14.00 Wita rombongan Polres yang dipimpin langsung Kapolres, AKBP Kholilur Rochman dengan segala perlengkapan berangkat menuju posko pengungsian warga korban dampak gempa.
Rombongan beriringan menggunakan kendaraan dinas. Di kendaraan roda dua maupun roda empat di sana ada para ibu-ibu bayangkari dan semua Polwan membawa tas ransel seperti hendak pergi mengungsi.
Semua aparat yang menggunakan baju coklat itu terlihat semangat pergi menginap di posko pengungsian. Langkah ini dilakukan untuk memeriahkan hari jadi atau HUT Polwan yang difokuskan momen ini, berbagai dan memberikan keceriaan kepada warga dan anak-anak dampak gempa bumi. Adapun kegiatan yang akan dilakukan di lokasi pengungsian yakni, trauma healing oleh polwan, pelaksanaan dapur umum oleh bhayangkari, doa bersama Kapolres bersama warga, serta memberikan motifasi kepada para pengungsi untuk segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa lagi.
Setibanya rombongan di lokasi posko pengungsian pukul 15.30 Wita, mereka disambut hangat warga pengungsian. Warga pun tersenyum saat melihat kedatangan rombongan Polwan ini. Tanpa memikir panjang lebar, mereka langsung turun sembari membawa perlengkapan maupun bantuan kepada warga. Kapolres yang sebagai pimpinan rombongan juga terlihat langsung melakukan ramah tamah dengan warga maupun anak-anak yang ada di lokasi. Sedangkan untuk anggota lainya, mereka dengan cepat menyiapkan segala kebutuhan untuk mereka menginap di lokasi setempat.
Sekitar pukul 20,00 Wita pada malam harinya, setelah melaksanakan salat magrib berjamaah, rangkain kegiatan dimulai dengan melaksanakan doa bersama di musala yang dibuat dengan tenda. Kemudian usainya itu, langsung nonton bersama untuk menghibur warga setempat, dan berikutnya karena sudah larut malam semua jajaran Polres termasuk Kapolres langsung bersiap-siap istirahat di tenda bersama warga setempat.
“Kami menginap di sini agar semua anggota mengetahui dan merasakan penderitaan warga,” kata Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman di lokasi, Jumat malam.
Pada pagi harinya, Sabtu (1/09) sekitar pukul 07.00 Wita, semua warga diminta berkumpul kemudian diajak untuk senam pagi bersama agar warga tetap sehat oleh Polwan. Selain itu, para polwan juga melakukan trauma healing dan sejumlah lomba tardisional seperti, balap karung dan lainnya.
Meskipun dalam kondisi darurat di pengungsian, mereka terutama dari kalangan anak-anak sangat antusias memeriahkan lomba tersebut. Wajah keceriaan pun terlihat sejenak melepas rasa ketakutan yang selalu menghantuinya.
Apalagi selama tinggal pengungsian bukan hal yang mudah bagi warga sekitarnya. Terkadang, rasa bosan muncul karena tidak bisa menonton TV dan melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa. Apalagi, anak-anak generasi sementara waktu harus belajar di rumahnya karena semua sekolah rusak berat akibat gempa.
Walaupun masih berada di pengungsian, tak kan mampu halangi keceriaan anak-anak tersebut. Sebab, di lokasi ini sejumlah anak-anak dihibur dengan berbagai permainan dan hiburan, untuk mengisi kegiatan para anak-anak pengungsi yang masih menempati tenda sementara paska rumahnya ambruk, akibat Bencana gempa bumi. Ada lomba joget, balap karung serta lomba yang digemari oleh kalangan anak-anak setempat.
Tidak sedikit para anak di sana pun mengaku, sangat senang mengikuti lomba-lomba tersebut. Walapun rumahnya telah rata dengan tanah dan ia terpaksa tinggal di tenda. Wajahnya nampak ceria.
“Kami bersyukur rangkaian kegiatan perayaan HUT Polwan dapat kami laksanakan di tempat ini,” kata kapolres.
Ia berharap, dengan dilakukannya Trauma Healing untuk para korban gempa ini, dapat bermanfaat guna menghilangkan shok dan rasa tertekan bagi anak-anak. Sedangkan untuk warga dewasa untuk tetap menjalani kehidupan seperti biasa dan berupaya untuk bangkit karena kehidupan ini masih panjang.
Selanjutnya sekitar pukul 09.00 Wita, rombonganpun kembali ke Polres Loteng untuk menjalani tugasnya seperti biasa. (*/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here