Beranda Lombok Barat Melihat Kondisi Pascatanggap Darurat Bencana di Lobar

Melihat Kondisi Pascatanggap Darurat Bencana di Lobar

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA BANTUAN: Kabid BPBD Lobar, Hartono Ahmad menerima bantuan dari Senior Manager Rajawali Foundation, Anugraha Dezmercoledi di posko utama bencana di Lingsar, kemarin.

Bantuan Masih Berdatangan, Disalurkan ke Empat Kecamatan Terdampak

Masa tanggap darurat bencana sudah berakhir, namun bantuan tetap berdatang. Seperti diberikan Rajawali Foundation, yang menyalurkan bantuan bagi korban bencana gempa di Lobar.
WINDY DHARMA-OBAR

GEMPA melanda Pulau Lombok, telah terjadi sejak sebulan lalu. Masa tanggap darurat pun sudah berakhir, namun bukan berarti warga pengungsi telah kembali ke rumahnya. Bagi korban yang rumahnya hancur, mereka tetap tinggal di pengungsian.
Beragam bantuan bagi korban bencana gempa di Lombok Barat (Lobar), terus berdatangan. Ini menunjukkan, kepedulian masyarakat Indonesia untuk warga di Lombok, termasuk di Gumi Patut Patuh Patju tidak berhenti begitu saja.
Seperti kepedulian yang ditunjukkan Rajawali Foundation, dengan menyalurkan bantuan kepada para korban gempa di Lobar melalui pemkab. Bantuan senilai Rp 300 juta disalurkan untuk Kabupaten Lobar dan Lotim.
Lobar mendapat bantuan sekitar Rp 150 juta dalam bentuk bantuan barang. Seperti alat tulis, sembako, obat-obatan, personal hygiene, popok bayi, cairan antiseptik, tenda atau terpal, sarung serta bahan makanan yang masih diperlukan. Termasuk air minum, mi instan, serta makanan kaleng yang dapat bertahan lama.
Akhir pekan kemarin, sebanyak dua truk bantuan Rajawali Foundation diserahkan langsung kepada BPBD Lobar di pokso utama Lingsar. Bantuan dari perusahaan itu rencananya akan berdatangan dari Agustus hingga November mendatang.
Perusahaan ini mengharapkan bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban dan penderitaan korban gempa. Serta dapat membantu untuk segera pulih kembali. “Ini bantuan tahap pertama, dan akan terus berlanjut,” kata Senior Manager Rajawali Foundation, Anugraha Dezmercoledi saat ditemui, kemarin.
Menurutnya, bantuan akan disalurkan dalam dua tahap. Gelombang pertama untuk mengatasi keadaan tanggap darurat. Sedangkan gelombang kedua berupa bantuan pemulihan pascabencana. “Bantuan dari Rajawali ini merupakan perwujudan program “Rajawali Care” kami. Khususnya untuk saudara-saudara kita di NTB yang tengah ditimpa musibah,” jelasnya.
Selain bantuan berupa kebutuhan pokok, pihaknya juga memperhatikan kebutuhan akan kesehatan. Termasuk bantuan dukungan pendidikan, seperti alat-alat tulis.
Selain dari Rajawali Corpora dan unit-unit bisnis seperti Rajawali Televisi (RTV), Eagle High Plantation, Archi Group, Fortune Indonesia (FORU), Triaryani, Rajawali Property Group, Express Group, dan Velo Networks. Bantuan tersebut juga berasal dari para karyawan di lingkungan keluarga besar Rajawali Group. Para karyawan itu secara sukarela memberikan kontribusi mereka. Baik secara material maupun tenaga. “Untuk penyaluran kami serahkan kepada Pemda Lobar,” imbuhnya.
Pihaknya turut bekerjasama dengan salah satu televisi swasta dalam penggalangan dana. Melalui program Rajawali TV (RTV) Peduli Kemanusiaan, hasilnya langsung akan diarahkan untuk penyaluran bantuan tahap kedua.
Pemkab Lobar melalui BPBD mengucap terima kasih atas bantuan logistik yang diberikan. Bantuan itu akan disalurkan ke empat kecamatan yang sangat terdampak gempa. Yaitu Kecamatan Narmada, Lingsar, Gunung Sari dan Batulayar. “Kita sangat berterima kasih, dan bantuan ini akan kita salurkan ke empat kecamatan yang terdampak,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lobar, Hartono Ahmad. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here