Beranda Headline Kebutuhan Pengungsi Mulai Terpenuhi

Kebutuhan Pengungsi Mulai Terpenuhi

BERBAGI
AHMAD Rohadi/RADAR MANDALIKA BANTUAN: Air bersih telah tersuplai kepada lokasi pengungsian di Dusun Lengkukun saat ini yang telah dibantu Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri.

Ditpolair Mabes Polri Bangun MCK dan Jaringan Pipa Air Bersih

KLU —Setelah sebelumnya datang membawa bantuan logistik makanan, Ditpolair Baharkam Mabes Polri yang bekerjasama dengan Polda NTB kembali menyambangi pengungsian gempa bumi di Dusun Lengkukun Desa Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kali ini, selain sejumlah logistik makanan dan obat-obatan Ditpolair Baharkam Mabes Polri juga mengirim 75 personil anggota Polair turun langsung ke tengah-tengah pengungsian dan membangun jaringan pipa air bersih yang bersumber dari sumur bor yang berlokasi tidak jauh dari posko pengungsian.
“Kita sudah datang sehari setelah gempa 7,0 SR lalu, tapi kembali lagi untuk membantu warga,” ungkap Dirpolair Korpolairud Baharkam Mabes Polri, Brigjen Pol, L. latif, MM.M.Si, melalui Anjak Madya Bid Polair Baharkam Polri, Kombes Makhruzi Rahman, di sela-sela membangun sebuah jaringan pipa air bersih dan pembangunan MCK untuk para pengungsi, Minggu (2/9).
Menurutnya, kebutuhan makanan setelah dilakukan survey masih bisa terpenuhi. Namun, yang sangat penting sekali adalah persoalan air bersih bagi pengungsi. Terutama untuk wilayah-wilayah dengan kondisi kekeringan pada saat musim sekarang ini. Selain itu, agar tidak terjangkit persoalan baru yakni munculnya penyakit bagi para pengungsi sangat penting juga masalah sanitasinya.
“Kita akan mencari dimana lokasi-lokasi pengungsian yang tidak disediakan MCK. Sebab masalah sanitasi sangat penting, seperti di posko pengungsian Dusun Lengkukun Kayangan ini tidak ada sama sekali disediakan MCK. Untuk itu kami berinisiatif membangunkan MCK dan jaringan air bersih yang diambil dari sumur bor yang memang sudah ada,” jelasnya.
Dikatakannya, pihaknya bersama puluhan personil yang didatangkan dari Mabes Polri bekerjasama dengan Ditpolair Polda NTB membangun jaringan pipa air bersih bagi pengungsi. Selain jaringan pipa dan tandon-tandon air, bak-bak penampungan air bersih juga dibangun dengan cara sederhana. Dengan adanya bak-bak penampungan air bersih ini nantinya ketersediaan air bersih bagi ratusan pengungsi bisa tercukupi.
“Untuk MCK, kita akan sesuaikan berapa jumlah pengungsi yang ada. Kalau jumlahnya ratusan nanti akan menyesuaikan berapa kebutuhan MCK-nya. Kita bangun seserhana saja yang penting sanitasi lantar dan tidak berpengaruh terhadap kesehatan pengungsi,” ungkapnya.
“Sekarang ini kami bawa sebanyak 12 tandon air dan ratusan pipa yang bisa dimanfaatkan untuk jaringan air bersih. Kita juga tidak hanya akan membangun di posko Lengkukun saja melainkan di lokasi-lokasi yang terpencil juga yang jauh dari akses. Kita akan bergeser terus nanti tidak hanya di sini saja,” sambungnya.
Lebih lanjut Makhruzi R. mengatakan kehadiran Polair sejak sehari paska gempa terjadi sudah ada di Lombok Utara. Karena pada saat sehari setelah gempa, Polair fokus menangani evakuasi ribuan wisatawan yang ada di tiga gili. Setelah mereka dinyatakan aman, jajaran Polair kemudian melanjutkan ke daratan dengan membawa bantuan-bantuan yang dibutuhkan.
“Ada tiga armada kapal Polair yang stanby di Pelabuhan Bangsal dengan jumlah personil yang dikirim dari Mabes Polair Polri sebanyak 135 personil. Mereka akan melakukan kegiatan tidak hari ini saja melainkan akan terus berada di Lombok membantu para korban sembari memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan pengungsi,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Lengkukun, Muliadi mengatakan sejak awal tidak bisa berpikir bagaiamana caranya mengatasi kebutuhan air bersih di posko. Karena, jika mengandalkan bantuan dari armada tangki yang disiapkan tidak bisa memenuhi kebutuhan jumlah pengungsi yang ada di Lengkukun.
“Bantuan air bersih tetap ada masuk, sehari hanya sekali saja sedangkan kebutuhan jumlah jiwa yang mengungsi banyak. Kita bersyukur ada inisiatif dari Mabes Baharkam Polair yang membantu bagaimana caranya mencukupi kebutuhan air bersih ini. Padahal sumur bor berada tidak jauh dari lokasi kami mengungsi, namun karena kami tidak bisa berpikir ke arah sana. Dan alahmdulillah sekarang semua bisa menikmati air bersih,” jelasnya. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here