Beranda Headline Jokowi: Kalau Dipotong Laporkan

Jokowi: Kalau Dipotong Laporkan

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA PERSIAPAN SALAT: Presiden Joko Widodo saat hendak memasang peci untuk melaksanakan salat Magrib, tadi malam.

KLU – Presiden H Joko Widodo menegaskan kepada semua pihak, dari kementrian hingga pemerintah daerah untuk tidak memotong bantuan dana pembangunan rumah warga. Warga jelasnya berhak menerima semua uang tersebut sesuai dengan jumlah yang dijanjikan pemerintah pusat, berdasarkan kategori kerusakan rumah.
“Tidak boleh dipotong, kalau ada warga yang menerima uang dengan jumlah yang tidak sesuai laporkan,” perintah tegas Jokowi disela-sela kunjungan kedua ke Lombok Utara, sore kemarin.
Jokowi menegaskan, bahwa dalam pemberian bantuan uang tunai kepada masyarakat semua pihak tidak berhak memotong satu rupiah pun, semua dana yang dijanjikan harus diberikan sepenuhnya kepada masyarakat untuk membangun rumah kembali sebagai tempat tinggal yang layak huni dan harus dengan konstruksi tahan gempa.
“Jadi nanti akan kita cek kembali pembangunan rumah warga, apakah kontruksinya tahan gempa atau tidak, ” ujarnya.
Kaitan dengan rumah tahan gempa ini, warga dipersilakan untuk membangun sesuai keinginan untuk dinding warga bisa memilih sendiri apakah dengan tembok, triplek, bedek atau kayu intinya, kata Presiden bangunan yang dibangun harus tahan gempa sesuai dengan petunjuk yang telah dijelaskan dan telah diberikan contoh RISA yang saat ini di beberapa kecamatan di Lombok Utara, telah dibangun Kementrian PUPR.
Presiden pun menyarankan kepada warga untuk penghematan anggaran biaya warga bisa menggunakan sisa material rumah yang runtuh, yang jika memang masih dinyatakan layak untuk dipergunakan kembali seperti kayu, triplek dan sebagainya. Nantinya jika dengan anggaran Rp 50 juta yang telah dikucurkan pemerintah tersebut masih tersisa warga boleh menggunakan sebagai modal usaha dan lainnya yang dibutuhkan
“Tapi jangan sampai dengan dana yang telah diberikan diprioritaskan ke hal lain. Kalau rumah sudah tuntas dibangun dan ada sisa dari uang itu baru ya,” katanya di hadapan ribuan warga.
Untuk diketahui, kata Presiden bahwa saat ini pembangunan rumah warga, fasilitas umum seperti puskesmas, rumah sakit dan sekolah telah mulai dilakukan hal ini ditandai dengan telah dikucurkannya bantuan uang tunai kepada masyarakat yang terdampak. Dimana secara keseluruhan di seluruh pulau Lombok pada minggu kemarin, telah direalisasikan bantuan sebanyak 5.293 orang penerima bantuan tunai uang senilai Rp 50 juta per rumah yang masuk dalam kategori rusak berat. Dimana angka penerima ini, merupakan beberapa warga yang terdampak secara keseluruhan di Pulau Lombok dari Lombok Utara yang terparah, menyusul Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Tengah.
“Kalau secara keseluruhan rumah warga yang terdampak sebanyak 71 ribu sementara yang telah diverifikasi saat ini baru 19 ribu, jadi masih banyak yang belum mendapatkan bantuan uang tunai ini. Pemberian diberikan secara bertahap ke warga sesuai hasil verifikasi,” tegas Jokowi. (cr-dhe/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here