Beranda Lombok Barat Dewan Minta BKPAD Amankan Aset

Dewan Minta BKPAD Amankan Aset

BERBAGI

LOBAR —DPRD Lombok Barat (Lobar) meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Lobar segera mengamankan aset Pemkab. Seban, beberapa aset lepas dari tangan pemkab akibat kalah sengketa. Seperti aset pasar Tawun di Desa Sekotong Barat yang kini telah dieksekusi pihak pengadilan. “Ini sebagai pelajaran kita, terutama pihak aset. Secapat mungkin amankan kekayaan Pemkab ini,” ujar anggota DPRD Lobar asal Sekotong, Andi Irawan, kemarin.
Belum lagi akan adanya gugatan sengketa lahan SMP 5 Pandanan Sekotong. Masalah aset ini bisa menjadi catatan buruk bagi pihak aset. Belajar dari daerah lain, setiap aset yang dimiliki selalu diamankan dan dipasangkan pelang informasi tentang kepemilikan aset tersebut oleh pemkab. Cara ini yang dinilai, belum terlihat dilakukan BPKAD sebagai SKPD yang menangani aset.
“Kita lihat di Lombok Timur, hanya satu are saja tanah pemkab diberi pelang. Menunjukkan aset Pemda dengan nomor sertifikat. Itu yang belum dilakukan oleh pemkab,” kritiknya.
Tindakan itu harusnya berlaku juga untuk pasar yang ada di Lobar. Termasuk menyelesaikan beberapa hal dengan masyarakat terkait dengan aset. Sehingga tidak ada persoalan sengketa yang berujung di pengadilan. “Amankan semua bukti-bukti, seperti sertifikat. Jangan sampai begitu masuk neraca, mereka tenang tanpa ada surat-surat kepemilikan,” imbuhnya.
Mengenai masalah lahan di SMP 5 Pandanan, Ketua Komisi II ini meminta pihak aset segera melaporkan data pembayaran pembebasan lahan. Sebab kabar yang diperolehnya, sebagian warga terutama pengurus masjid setempat merasa belum ada pembayaran tanah di SMP tersebut. Sebelumnya, warga mengatakan akan melepas lahan itu jika pemkab membayarkan pembangunan masjid setempat. “Kalau sudah dibayarkan, selesai masalah. Cuma kan gak enak kalau belum diselesaikan (pembayaran), terus ditutup sekolah itu,” keluhnya.
Ia meminta kepada BPKAD secepatnya menyelesaikan permasalahan SMP 5 Pandanan tersebut. Kemudian Disperindag diminta seger menyiapkan tempat relokasi pasar sementara bagi pedagang pasar Tawun yang kini berjualan di kantor desa setempat. “Kita punya banyak (lahan) di situ. Walaupun di Batu Kijuk, masih Desa Sekotong Barat. Di situ banyak lahan tidak produktif,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here