Beranda Lombok Barat Dapat Ratusan Bantuan Huntara

Dapat Ratusan Bantuan Huntara

BERBAGI

LOBAR —Ratusan bantuan hunian sementara (Huntara) akan diperoleh Pemkab Lobar dari beberapa yayasan donatur. Menyusul tidak adanya anggaran untuk huntara dari pemerintah pusat.
Hal ini sebagai bentuk upaya Pemkab Lobar memenuhi kebutuhan para pengungsi yang rumahnya rusak akibat gempa bumi. Pemkab pun sudah mengidentifikasi sejumlah titik yang nantinya menjadi lokasi huntara. “Saya sudah rapat dengan beberapa yayasan yang akan membantu pembangunan huntara. Alhamdulillah ada sekitar tiga atau empat ratus saya dapat (bantuan) dari banyak yayasan,” ungkap Bupati Lobar, H Fauzan Khalid, kemarin.
Fauzan mengatakan, sejumlah yayasan yang berasal dari dalam negeri tersebut sangat bersemangat membantu pembangunan huntara. Biaya pembangunan huntara juga tidak terlalu mahal. Pemkab Lobar menargetkan, satu unit huntara bagi satu kepala keluarga (KK) biayanya Rp 2,5 juta. “Mereka tidak menyangka biayanya hanya Rp 2,5 juta per-KK, dengan luas 4×5 meter persegi,” jelasnya.
Selain huntara, kebutuhan untuk sanitasi dan toilet untuk mandi cuci dan kakus (MCK) juga terus diusahakan. Sebab, fasilitas itu sangat diperlukan para pengungsi. Apalagi masih terdapat beberapa titik pengungsian yang berlum memiliki toilet atau MCK darurat. Namun bila dibandingkan dengan kondisi sehari pascagempa, saat ini toilet darurat sudah lumayan tersedia banyak.
Bahkan untuk satu posko pengungsian yang dihuni lebih dari 100 jiwa pengungsi, disediakan 2 sampai 3 unit MCK. “Memang ada beberapa yang belum punya, tapi terus kita lengkapi. Karena bantuan ini tidak bisa sekaligus datang, bertahap,” ungkapnya.
Begitu juga untuk kebutuhan dapur umum keluarga. Lobar sudah memperoleh sekitar 200 unit dapur umum keluarga dari Kementerian Sosial (Kemensos). Menurut Fauzan, Lobar dijanjikan Menteri Social akan mendapat tambahan bantuan dapur umum keluarga secara bertahap.
Bupati terpilih ini juga menyinggung uang jaminan hidup (Jadup) bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa. Fauzan mengaku sudah memperoleh surat dari Mensos yang meminta pemkab melakukan pendataan terhadap warga korban gempa. “Artinya permintaan kita saat beliau (Mensos) datang ditanggapi,” ujarnya.
Ia memastikan, pendataan untuk Jadup tidak akan terlalu sulit. Lantaran pemkab sudah memiliki data warga terdampak gempa bumi. Sesuai klasifikasi tingkat kerusakan rumahnya. “Jadup ini Rp 10 ribu perhari. Usulannya kita akan serahkan bertahap,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here