Beranda Headline Zohri Tidur di Pengungsian Bersama Keluarga

Zohri Tidur di Pengungsian Bersama Keluarga

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA L Muhamad Zohri

KLU – Sprinter dunia 100 meter, Lalu Muhammad Zohri akhirnya pulang kampung usai mengikuti kejuaraan Asian Games 2018 Palembang-Jakarta. Zohri tiba di kampung halamannya di Dusun Karang Pansor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang sekitar pukul 10.30 Wita, kemarin.
Meskipun dalam suasana duka, kepulangan Zohri disambut antusias warga sekitar, ratusan bendera merah putih pun dikibarkan sepanjang jalan di kampung Zohri. Rencananya Zohri akan berada di Lombok Utara selama sembilan hari dengan menempati tenda pengungsian bersama keluarga di camp Polsek Pemenang.
“Saya tidak tidur di rumah, ikut mengungsi bersama keluarga lainnya,” kata Zohri, kemarin.
Selama di kampung halaman, Zohri bakal memanfaatkan waktunya untuk turun langsung ke tengah-tengah masyarakat korban gempa dalam memberikan motivasi, maupun ingin merasakan apa yang dirasakan warga KLU.
“Saya akan balik lagi ke Jakarta pada tanggal 9 September nanti, selama beberapa hari di sini saya akan tinggal dibawah tenda pengungsian bersama keluarga, karena saya ingin merasakan seperti keluarga dan warga rasakan sekarang,” ujar Zohri kepada wartawan.
Zohri juga bersyukur bisa melihat keluarga dan warganya saat ini, namun kabarnya satu keluarga Zohri meninggal dunia bernama inaq Salamah akibat tertimpa reruntuhan Masjid Jami’ul Jamaah yang ambruk di Dusun Kr.Pangsor pada Gempa 7,0 Skala richter 5 Agustus lalu.
“Mendengar kabar bencana gempa yang dialami keluarga di Lombok pikiran saya sedikit terganggu, namun saya tetap berusaha untuk konsentrasi dalam berlatih dan berlaga pada Asian Games kemarin,” ungkapnya.
Saat kembali ke kampung halaman, dia melihat situasi Lombok. melihat dari pinggir jalan Lombok Barat hingga KLU hampir semua rusak, ia mengaku sedih dan prihatin sekali. Terkait tidak mendapatkan medali pada Asian Games diakui sebab pada pertandingan lari 100 meter, Zohri tidak ditargetkan mendapatkan medali, karena lawan atletik dunia senior yang lebih berpengalaman.
Pada saat gempa dua hari pulang dari Finlandia. Yang pertama memberitahukan kondisi gempa di Lombok kakaknya. Ia hampir pulang gempa 7.0 SR, ia mendengar rumah warga dan masjid roboh, tapi karena asian game dekat ia menelepon keluarga kondisi mereka baik-baik saja.
“Sehingga saya tidak jadi pulang,” tandasnya.
Zohri diketahui pada gempa pertama terpusat di wilayah Kecamatan Bayan pernah menyalurkan bantuan Rp 100 juta diperuntukan air bersih. Terkait melebarnya dampak gempa di semua wilayah KLU, Zohri akan tetap menyalurkan bantuan secara pribadi, ia enggan menyebut nominal sumbangan tersebut.
“Kalau bantuan lagi tetap ada secara pribadi,” ucapnya dengan senyuman khasnya.

Untuk persiapan kedepannya, Zohri akan mengikuti berbagai pelatihan dan bertanding pada tahun 2020 mendatang di Olimpic Tokyo. Selama kurun waktu ini, Zohri akan memanfaatkan waktunya di KLU untuk tetap berlatih baik di jalan raya maupun lapangan Pemenang.
“Saya juga akan tetap latihan di sini,” tandasnya. (cr-dhe/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here