Beranda Praya Metro Segera Bangun Rumah Tahan Gempa

Segera Bangun Rumah Tahan Gempa

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA BERGERAK: Bupati Loteng, H Moh. Suhaili FT saat memimpin rapat sosialisasi pembangunan rumah tahan gempa, kemarin.

PRAYA — Pembangunan Rumah Sederhana Sehat (RISHA) untuk warga dampak gempa bumi bakal segera dibangun pemerintah. Sebagai bukti, Pemkab melakukan sosialisasi pembangunannya, kemarin.
Sosialisasi dihadri Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT, Sekda, HM Nursiah, semua kepala SKPM, Kades, dan Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman Berbasis Komunitas (Rekompak) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang langsung mensosialisasikan.

Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT menyampaikan, masyarakat jangan terlalu lama menderita, mereka harus segera kembali ke rumahnya dengan kehidupan seperti sebelumnya, bahkan lebih baik lagi. Sehingga untuk keamanan warga harus mengikuti standar kementerian PUPR. Artinya rekonstruksinya harus tahan dari bencana seperti gempa.
“Rumah yang dibangun harus baik dan aman dari gempa. Tapi jika semua masyarakat sepakat. Kalaupun mereka tidak sepakat kami persilakan untuk membangun rumahnya sendiri,” kata bupati.
Suhaili menerangkan, kerusakan akibat gempa terbilang sangat cukup banyak. Dan banyak rumah yang rusak parah karena bencana ini. Oleh sebeb itu, pemulihan dengan pembanguna rumah mereka harus lebih baik lagi. Bilaperlu rumah yang akan dibangukan ini adalah rumah yang memang tahan gempa.
“Yang paling parah kerusakan rumah terjadi di tiga kecamatan. Batukliang, BKU dan Pringgarata,” tuturnya.
Untuk kapan rumah ini akan dibangun, dirinya masih belum bisa menyimpulkan karena sekarang masih dalam tahap sosaialisasi kepada masyarakat. Jika memang sepakat semua ingin dibangunkan rumah tahan gempa, pihaknya akan segera dibangun.
“Soalnya kami diberikan waktu enam bulan untuk melakukan pemulihan,” beber dia.

Sementara itu, Tim Rekompak Kementerian PUPR, Teguh M Abduh menyampaikan, pihaknya datang ke sini menerima tugas dari Kementerian PUPR untuk melakukana pembangunan rumah bagi korban gempa. Sehingga, sebelum pihaknya bergerak harus dilakukan sosialisi terlebih dahulu.
“Kalau semua sepakat baru kami akan bergerak membangun,” jelasnya.
Dia menambahkan, rumah Risha merupakan teknologi struktur bangunan tahan gempa. Bangunan tersebut berbeda dengan bangunan yang romboh akibat gempa. Pihaknya melihat kebanyakan pembangunan di sini tidak sesuai dengan yang telah ditentukan. Contohnya, seperti penggunaan besi. Harusnya mereka menggunakan dengana besar besi 12, tapi kebanyakan mereka menggunakan besi 8.
“Ini juga yang membuat semua rumah warga roboh bila ada gempa,” tuturnya.

Ia menuturkan, pembangunan Risha merupakan hasil penelitian Balitbang Kementerian PUPR yang telah melalui proses pengembangan sejak 2004. Pembangunan Risha sesuai dengan kebutuhan perumahan yang terus meningkat pesat, sangat cocok diterapkan sebagai bantuan kepada korban bencana alam yang kehilangan tempat tinggalnya.
Dalam proses pembangunannya, Risha tinggal pasang dengan menggabungkan panel-panel beton dengan baut, sehingga pembangunan rumah ini dapat diselesaikan dengan waktu jauh lebih cepat dibandingkan rumah pada umumnya dengan biaya rendah namun layak huni.
“Risha efektif diterapkan sebagai bantuan kepada korban bencana alam,” kata dia. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here