Beranda Lombok Barat Ketika Sekolah Darurat Dinantikan Warga Lobar

Ketika Sekolah Darurat Dinantikan Warga Lobar

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA SEKOLAH: Aktifitas sekolah darurat yang dibuat di Desa Guntur Macan Secara Swadaya oleh masyarakat setempat.

Warga Diminta Bersabar, Dikbud Masih Cari Lahan

Sudah hampir sebulan, dampak gempa sangat dirasakan masyarakat Lobar. Khususnya anak-anak yang kesulitan kembali bersekolah.
WINDY DHARMA-LOBAR

SEKOLAH darurat menjadi suatu kebutuhan yang kini terus diperjuangkan. Tidak hanya oleh kalangan orang tua, namun juga Pemkab Lobar. Bukan tanpa alasan sekolah darurat dibutuhkan. Pascagempa bumi, sejumlah sekolah kesulitan memulai aktifitas pembelajarannya. Lantaran bangunan sekolah, terutama di empat kecamatan yang terdampak gempa rusak parah.
Kondisi bangunannya pun memprihatikan. Selain di beberapa bagian atap ambrol, temboknya retak dan jebol, bahkan nyaris ambruk. Tak ada pilihan lain, sekolah darurat menjadi solusi sementara agar para siswa dapat kembali bersekolah. Hal ini sangat diharapkan para orang tua murid.
Seperti disampaikan seorang pengungsi asal Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Mustiah. Rusaknya bangunan sekolah, ditambah rumah mereka juga roboh, ia khawatir dengan keberlangsungan pendidikan anak-anaknya. Kekhawatirannya itu telah disampaikannya kepada Menteri Sosial saat datang berkunjung beberapa waktu lalu. “Bagaimana caranya anak-anak kita bisa kembali sekolah, kasian anak-anak kita ini,” ujar Mustiah.
Ia berharap adanya sekolah darurat yang didirikan pemerintah pusat. Seperti menggunakan terpal atau tenda sementara waktu, sampai dapat dibangunnya kembali gedung sekolah yang baru. “Banyak sekolah yang runtuh, tidak bisa masuk anak-anak kita. Ngajinya juga terlantar,” ungkapnya.
Hanya saja kondisi itu masih terkendala lahan yang dijadikan sebagai sekolah darurat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar masih terus mencari lahan yang dapat digunakan sebagai sekolah darurat itu. “Kita masih terkendala lahannya,” ujar Kepala Dikbud Lobar, M Hendrayadi.
Dikbud tengah melakukan verifikasi terkait lahan yang akan digunakan. Tim yang dibentuk Dikbud pun sedang turun ke sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan dan terdapat lahan kosong di sekitarnya. “Soalnya tidak mungkin membangun sekolah darurat di halaman sekolah,” sambungnya.
Penyediaan sekolah darurat tidak mungkin dapat terselesaikan dalam waktu cepat. Mengingat cukup sulitnya mencari lahan, selain lokasi para pengungsi yang juga menyebar. “Tidak bisa dalam waktu seminggu dua minggu, sementara kita pakai halamannya dulu,” katanya.
Bupati Lobar H Fauzan Khalid juga meminta kepada para Camat Gunung Sari, Batulayar, Narmada dan Lingsar untuk mencari titik-titik lokasi yang tidak terlalu jauh dari pengungsian untuk sekolah darurat. “Yang penting masyarakat mau jauh dari tempat tinggalnya, itupun tidak terlalu jauh. Karena kita carikan tempat kosong” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here