Beranda Lombok Timur Jalan Kabupaten 48,98 KM Dihotmix

Jalan Kabupaten 48,98 KM Dihotmix

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I/ RADAR MANDALIKA Dedi Irawan

LOTIM – Tahun ini, sepanjang 48,98 kilometer (km) jalan kabupaten, dihotmix Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur. Untuk kebutuhan itu, butuh anggaran Rp 74 miliar lebih. Anggaran tersebut, termasuk untuk pembangunan dua jembatan, yakni jembatan Sekarteja Kecamatan Selong dan Jembatan Dasan Bantek Kecamatan Labuhan Haji.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Lotim, Dedi Irawan mengatakan, anggaran pembangunan jalan sebesar Rp 74 miliar itu, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Progres DAK sudah mencapai 100 persen, sedangkan bersumber dari DAU sudah mencapai 97 persen.
“Dari total Rp 74 miliar lebih itu, sumber dari DAK sebesar Rp 49,9 miliar, dan selebihnya dari DAU,” kata Dedi Irawan.
Ia menjelaskan, tiga tahun belakangan ini sejak 2016 lalu, trend jumlah pembangunan jalan hotmix meningkat cukup pesat. Terutama tahun 2016 dan 2017 lalu. Tahun 2017 saja, dihabiskan anggaran untuk membangun jalan hotmix termasuk jembatan sebesar Rp 150 miliar lebih.
Sementara untuk pembangunan jalan tahun 2019 mendatang, sudah diusulkan melalui DAK. Sudah disurvei kondisi jalan dibeberapa titik, untuk dilakukan hotmix tahun 2019 mendatang. “Perencanaan hotmix lewat APBD Perubahan ini ada, tapi tidak diizinkan untuk mengusulkan. Namun kalau jalan hotmix sudah direncanakan, bisa dianggarkan melalui APBD Perubahan seperti pengalaman sebelumnya. Nanti saja kita lihat, apakah diberikan atau tidak,” terangnya.
Tahun 2019 mendatang ungkap Dedi, ditargetkan bersumber dari DAK penugasan, akan difokuskan ke wilayah Kecamatan Jerowaru. Pembangunan jalan hotmix di Kecamatan Jerowaru, juga akan dilakukan melalui dana hibah jalan nasional. Untuk mendapatkan hibah jalan nasional itu, Lotim masih dalam proses seleksi di pusat. Anggaran hibah jalan nasional ini, sebesar Rp 100 miliar dan Lotim mendapatkannya selama tiga tahun. Kemungkinan eksekusi pekerjaan hibah jalan nasional itu, start tahun 2021 mendatang.
Hibah jalan nasional itu, titik ruasnya menuju Tanjung Ringgit, Pantai Kaliantan dan Pantai Surga Kecamatan Jerowaru. Dengan adanya pembangunan hibah jalan nasional ini, akan mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat wilayah Kecamatan Jerowaru. “Hibah jalan nasional ini sistem keroyokan, dari pusat sampai daerah. Perencanaannya sendiri belum kita buat, karena masih dalam proses di pusat,” tandasnya seraya mengatakan, mungkin ini buah dari kesabaran masyarakat selatan. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here