Beranda Headline ITDC Gelar Simulasi Tanggap Darurat

ITDC Gelar Simulasi Tanggap Darurat

BERBAGI
BAMBANG/RADAR MANDALIKA SIMULASI: ITDC saat menggelar simulasi tanggap darurat di Masjid Nurul Bilad, kemarin.

LOTENG —ITDC selaku pengelola kawasan pariwisata The Mandalika menyelenggarakan simulasi dan pelatihan mitigasi bencana di The Mandalika, kemarin. Pelatihan ini diselenggarakan di kawasan Masjid Nurul Bilad the Mandalika. Pelatihan ini melibatkan seluruh pegawai ITDC Mandalika, kontraktor, manajemen konstruksi dan seluruh pekerja proyek The Mandalika yang berjumlah sekitar 415 orang. Kegiatan simulasi ini bertujuan untuk membekali seluruh pegawai, para kontraktor beserta para pekerja dengan pengetahuan tentang konsep manajemen kedaruratan, ketangguhan dan kesigapsiagaan, khususnya dalam menghadapi situasi gawat darurat ketika terjadi bencana gempa bumi yang berpotensi tsunami pada saat kondisi bekerja.
“Perlu adanya pemberian pemahaman terkait apa yang akan dilakukan ketika terjadinya bencana. Namun yang terpenting dan yang perlu dilakukan adalah tidak panik. Kegiatan ini akan dilakukan secara rutin,” ujar Project Director the Mandalika, Hari Wibisono, usai simulasi tanggap darurat, kemarin.
Sementara itu, Kepala General Affair The Mandalika, Lanang Bratasuta mengatakan, pelatihan ini penting untuk mengukur durasi yang efektif bagi pegawai ITDC Mandalika, kontraktor, manajemen konstruksi dan seluruh pekerja proyek the Mandalika untuk berkumpul di titik kumpul atau masterpoin utama melalui jalur evakuasi yang telah ditetapkan. Setelah SOP dengan standar tersebut ditetapkan, nantinya pihak ITDC Mandalika akan bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan seluruh stakeholder di the Mandalika untuk melakukan Pelatihan Tanggap Darurat.
“Kami melihat kawasan pariwisata ini masih belum memiliki Standar Operation Prosedur (SOP) yang mencakup mengenai kegiatan mitigasi bencana. Hal ini disebabkan karena kawasan ini belum sepenuhnya beroperasi sehingga kami rasa simulasi ini dapat membantu dalam mengukur waktu yang dibutuhkan untuk kita semua agar dapat berkumpul di titik kumpul,” ujar Lanang.
Dalam simulasi tersebut dibunyikan sirine, tanda bahaya di kawasan sebelah barat The Mandalika di Masjid Nurul Bilad hingga proyek Pullman. Seluruh karyawan dan pekerja proyek dipandu oleh tim bagian informasi dan sinyal untuk berjalan cepat melewati jalur evakuasi menuju titik kumpul yang berada di Plaza Masjid Nurul Bilad untuk menyelamatkan diri. Petugas yang ditunjuk juga melakukan perhitungan mengenai durasi yang dibutuhkan untuk berkumpul di titik kumpul, untuk selanjutnya melakukan perhitungan jumlah karyawan dan seluruh pekerja proyek.
“Setelah keadaan aman dan terkendali, seluruh karyawan tetap melakukan evaluasi mengenai keefektifan simulasi yang telah dilakukan ini,” ungkapnya.
Ditambahkan, program simulasi ini merupakan agenda yang telah disusun oleh tim Health, Safety, and Environment ITDC sebagai bagian dari penerapan sistem K3L. Melalui pelatihan tersebut, ITDC berharap dapat memberikan gambaran yang cukup tentang penanganan bencana gempa bumi dan tsunami yang sebenarnya. Sehingga dapat meminimalisasi korban jiwa, kerusakan harta benda atau aset, serta lingkungan kerja.
“Simulasi ini tidak akan berhenti di sini karena tim masih membutuhkan evaluasi. Nantinya akan turut mengundang pakar yang lebih ahli dari BNPB dan juga menyertakan para stakeholder di Mandalika. Dengan harapan supaya semua bisa mendapatkan pemahaman mengenai kewaspadaan dan kesigapan yang sama” tegasnya.
Di sisi lain, pascagempa yang terjadi beberapa waktu lalu, tidak berdampak pada bangunan di ITDC. Artinya seluruh bangunan di ITDC masih dalam kondisi aman dan normal tanpa ada kerusakan. Pihaknya juga sudah melakukan cek dan evaluasi terhadap bangunan-bangunan yang ada di kawasan.
“Jadi bagi yang ingin berwisata tidak usah ragu-ragu. Lombok bangkit, pariwisata maju,” pungkasnya. (bam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here