Beranda Mataram Gempa 5,1 Kembali Kagetkan Warga Lombok

Gempa 5,1 Kembali Kagetkan Warga Lombok

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA BERHAMBURAN: Tampak petugas kepolisan dan pengunjung Polda berhamburan keluar saat gempa, kemarin.

MATARAM – Warga Lombok kembali dikagetkan dengan gempa yang terjadi, kemarin. Gempa tektonik itu mengguncang Lombok dengan kekuatan M=5,1. Beruntung tidak berpotensi tsunami. Sementara kondisi di Polda NTB, petugas kepolisian unsur Polda dan pengunjung lainnya berhamburan keluar ruangan. Ada yang dari mereka tengah dimintai keterangan pun sempat berhenti karena sibuk masing masing mencoba keluar dari dalam ruangan.
Salah seorang pengunjung Polda, Amrin mengaku terkejut dan langsung keluar dari kantin Polda. Pria 33 tahun itu takut dengan goncangan gempa yang terasa cukup kuat. Sejak sekian hari tidak pernah terjadi gempa, tanpa diduga duga pria yang mengaku tengah menikmati kopi itu langsung lari dari dalam kantin. “Saya takut dan sempat didorong teman, kami trauma dan takut,” ungkap Amrin ditemui di Polda NTB itu.
Amrin pun seketika mencari handphone (HP) memastikan anak dan istri di rumah baik baik saja. Pantaun koran ini halaman Polda, dikerumuni petugas dan pengunjung lainnya. Mereka juga tampak memegang HP untuk menghubungi keluarga masing masing.
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto menjelaskan, pantauan BMKG episentrum gempa tesebut terletak pada koordinat 8,37 LS dan 116,06 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 23 km BaratLaut Mataram-NTB, pada kedalaman 10 km dimana cukup dekat pulau Gili Meno.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Selat Lombok ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme kombinasi pergerakan naik-mendatar (oblique thrust fault).
Dampak gempa bumi berdasarkan informasi dari masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat dan Kota Mataram dalam skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), di Lombok Tengah dan Timur, Denpasar, Kuta, Karangasem II SIG-BMKG (III MMI). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.
“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pesan Agus
Update sampai pukul 18.00 Wita kemarin, tercatat sebanyak 481 gempa susulan. 23 gempa diantaranya dirasakan (cr-jho/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here