Beranda Lombok Timur Dikes Klaim Kesehatan Pengungsi Tertangani

Dikes Klaim Kesehatan Pengungsi Tertangani

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA CEK KESEHATAN: Para lansia di Kecamatan Sembalun, saat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari tim medis menggunakan fasilitas rumah adat Sembalun, belum lama ini.

Belum Data Bayi Lahir di Posko

LOTIM – Sejumlah pengungsi yang terkena dampak bencana gempa bumi di Lombok Timur (Lotim), terpaksa melahirkan di Posko Kesehatan setempat. Namun hingga saat ini, Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim belum mengetahui berapa jumlah bayi yang lahir, di Posko Kesehatan lokasi bencana. “Saya belum cek berapa bayi lahir di Posko Kesehatan selama bencana,” kata H Asrul Shani, Kepala Dikes Lotim via ponselnya, kemarin.
Namun ketika berada di Sembalun, terdapat empat sampai lima bayi lahir di Posko Kesehatan. Begitu juga di Belanting, ada pengungsi melahirkan di Posko Kesehatan. “Khusus melahirkan, tidak boleh di pengungsian,” tegasnya.
Mengenai kondisi kesehatan para pengungsi, secara umum diklaim masih bisa tertangani. Penyakit yang banyak timbul ditengah masyarakat pengungsi seperti ispa, batuk pilek dan penyakit ringan lainnya. Penanganan kesehatan pengungsi dilakukan tim medis di posko masing-masing. Bisa pula ditangani di tingkat Puskesmas. Terkecuali yang dirujuk adalah mereka yang mengalami luka berat akibat terkena reruntuhan gempa. “Secara umum semua bisa dipantau oleh tenaga kesehatan yang ada. Kami akui juga, tidak semua titik pengungsian bisa dikunjungi, terutama yang membuat posko di rumah masing-masing,” terangnya.
Koordinasi dengan semua relawan kesehatan tetap dilakukan. Semua relawan yang bertugas membantu medis, tetap di bawah koordinasi Dikes. Para relawan tetap diharapkan bisa berkoordinasi dengan puskesmas. Karena yang mengetahui langsung kondisi lapangan, mana titik sulit atau tidak adalah Puskesmas. Meskipun tidak masalah bagi relawan langsung action di lapangan. Namun baginya, akan lebih baik jika para relawan tetap berkoordinasi dengan Puskesmas setempat. Sebab, secara umum wilayah-wilayah terutama terkena dampak bencana, di bawah pemantauan Puskesmas. “Untuk wilayah yang sulit terpantau, bila ada hal-hal yang harus ditangani segera, silakan kontak tenaga kesehatan yang ada, atau dibawa ke Posko langsung,” tandas Asrul.
Seharusnya penanganan medis selama gempa ungkap Asrul, Dikes memiliki data kelompok umur. Sehingga, bisa memetakan risiko yang terjadi terhadap pengungsi. Selain bisa menentukan jenis pelayanan, termasuk bantuan jenis yang akan diberikan. “Yang punya basis data berapa balita, ibu hamil dan lainnya adalah Puskesmas. Pemetaan itu, sampai saat ini masih kami proses,” pungkasnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here