Beranda Headline Dewi Dimintai Keterangan Penyidik

Dewi Dimintai Keterangan Penyidik

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA BERIKAN KETERANGAN: Kuasa hukum Kurniawan dan Dewi Handayani saat memberikan keterangan kepada media, kemarin.

MATARAM – Penyidik di Polda NTB meminta keterangan warga Lombok Utara, Dewi Handayani terkait dugaan penyebaran video yang diduga video tersebut berisi misonaris di pengungsian Lombok Utara melalui kegiatan trauma healing yang dilakukan oleh beberapa relawan di Onggong Lauk, Desa Taniga, Kecamatan Tanjung, beberapa waktu lalu.

Video tersebut dinilai membuat kondusifitas keamanan daerah pasca gempa terganggu. Ditambah ada dugaan pembagian buku kepada korban gempa di wilayah Kayangan, berjudul bahtera Oikoumene renungan harian April 2002 dan Air Hidup renungan harian Mei 2002.

Kuasa hukum Dewi Handayani, Kurniawan yang ditemui media mengatakan, Dewi dipanggil oleh penyidik Direktorat Reskrimsus Polda untuk diklarifikasi terkait Video yang dibuat oleh One Care dan Dewi. Oleh penyidik, Dewi ditanya seputar video karya One Care namun dijawab Dewi tidak mengetahuinya.

“Dewi ditanya sepetur video karya One Care, tapi dijawab tidak tahu, ” terang Kurniawan di halaman Polda.

Menurutnya, Dewi hanya membuat video dengan cara merekam dan menanyakan kepada orang lain apakah trauma healing itu ada misi kristenasiasi karena terlihat cara mereka menyiram air dan lainya.

“Dewi tidak punya niat yang lain, hanya bertanya apakah kegiatan trauma haeling itu ada misi sesuatu karena terkesan dipercikkan air dan seperti ada nyanyi rohani,” jelas dia.

Intinya, Dewi sudah memberikan keterangan dan dari kuasa hukum siap mendampingi hingga kasus tersebut tunas.

“Saya hanya berharap, isu ini tidak diperpanjang pihak aparat penegak hukum,” harap dia.

Sementara itu, Kapolda NTB, Irjen Pol Achmat Juri mengetakan, pemeriksaan Dewi hanya untuk mencari duduk permaslahan dan duduk kebenarannya, dimana mengingat video itu viral dan cenderung membuat resah masayarkat lain. Polda bertujuan mencari fakta-fakta yang benar dalam mengungkap kebenaran demi keamanan masyarakat, penyidik sudah memanggil Dewi Handayani warga  Onggong Lauk, Desa Taniga,  Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, yang diduga merekam kegiatan trauma healing yang dilakukan oleh relawan bencana dari luar NTB.

“Jadi kalau baru mau mencari kebenaran jagan dihebohkan. Itu hanya proses saja, ” kata Kapolda.

Pihaknya menegeskan, jika ada informasi yang tidak benar pasti akan ditindaklanjuti, yang penting tetap mengacu pada peristiwa.

Ditanya pemanggilan Dewi ada kaitannya dengan ungkapan gubernur NTB yang meminta Polda menindak penyebar hoax gempa tanggal 26 dan isu SARA. Juri menegaskan, Polda bersifat independen jika ada sesutu yang meresahkan maka harus dicari duduk kebenarannya seperti apa. Namun Polda memastikan bagi yang diketahui melanggar tentu akan ditindak secara hukum.

“Yang benar kita dudukkan benar. Makanya, saya minta ke teman-teman media supaya buat yang baik, jangan bikin masyarakat gelisah,” pesan dia.

Juri juga menegaskan, dasar pemeriksaan tersebut berdasarkan  informasi yang dimuat dari media, dimana dalam video itu perlu dicari kebenarnya. Untuk membenarkan peristiwa itu, seperti apa maka perlu diminta keterangan pihak terkait salah satunya Dewi.

“Sementara ini diplintir-plintir makanya perlu dicari duduk perkaranya,” jelas kapolda. (cr-jho/r1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here