Beranda Lombok Timur Dampak Lain Gempa Bumi Terhadap Proyek di Lotim

Dampak Lain Gempa Bumi Terhadap Proyek di Lotim

BERBAGI
DOK / RADAR MANDALIKA TUNDA: Jembatan maut Sekarteja yang pengecoran ditunda khawatir terjadi longsor, akibat gempa susulan.

Khawatir Longsor, Pengecoran Jembatan Sekarteja Ditunda

Jembatan Sekarteja kembali dibangun Dinas PUPR. Karena khawatir terjadi longsor akibat gempa, pengecoran jembatan sementara ditunda.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

MASIH ingat tragedi jembatan penghubung lingkungan Muhajirin Kelurahan Pancor, dengan Kelurahan Sekarteja yang menelan sejumlah nyawa bulan Juni tahun 2016. Jembatan itu ambrol saat sedang pengecoran. Hal paling menguras tenaga, saat dilakukan evakuasi jenazah satu pekerja karena mengering bersama material bahan pengecoran. Sejumlah peralatan diterjunkan, agar korban bisa evakuasi.
Dari insiden itu, polisi pun turun tangan melakukan penyelidikan atas kasus ambrolnya jembatan tersebut. Setelah menemukan adanya unsur kelalaian, Polisi menetapkan kepala tukang menjadi tersangka. Saat ini, kepala tukang tersebut masih mendekam di balik jeruji besi. Hasil penyelidikan, tiang perancah dinilai tidak sesuai dengan beban yang dipikulnya, sehingga ambrol.
Adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan tahap pertama tiang jembatan itu, Polres Lotim juga melakukan penyelidikan. Polres Lotim saat itu, meminta bantuan tim ahli melakukan uji laboratorium. Setelah tim turun dan mengambil sampel, serta melakukan penelitian hingga memakan waktu cukup lama, hasilnya tiang jembatan yang dibangun tahap pertama itu, dinyatakan sesuai dengan spesifikasi.
Perlu diketahui, pengerjaan pengecoran jembatan sehingga memakan korban, merupakan pekerjaan tahap kedua.
Tahun 2017, jembatan itu kembali dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), menggunakan pihak ketiga yang sama. Namun pekerjaan itu tidak bisa jalan, karena berbagai faktor. Sehingga tahun ini, jembatan tersebut juga kembali dianggarkan Dinas PUPR.
Pada tahun ini, jembatan Sekarteja kembali digelontorkan anggaran melalui Dana Alokasi Umum (DAU). Pihak ketiga yang dinyatakan sebagai pemenang untuk membangun jembatan itu, adalah CV Wisata Karya.
Jika jembatan Dasan Bantek Kecamatan Labuhan Haji dianggarkan Rp 3 miliar lebih, dan saat ini sedang dalam proses pembongkaran. Namun berbeda dengan jembatan Sekarteja. Kondisi alam yang belum bersahabat, berupa gempa bumi membuat Dinas PUPR meminta pengecoran jembatan Sekarteja ini ditunda. Memang, kedua jembatan itu akan sedikit mengalami keterlambatan sebab gempa tersebut, lantaran pekerjaan kurang maksimal. “Kami minta tunda dulu sementara untuk pengecoran, khawatir terjadi longsor. Mengingat gempa susulan masih saja terjadi di daerah kita,” kata Dedi Irawan, Kabid Binamarga Dinas PUPR Lotim. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here