Beranda Headline Universitas Hamzanwadi Bantu Mahasiswa Korban Gempa

Universitas Hamzanwadi Bantu Mahasiswa Korban Gempa

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA SUKA CITA : Salah satu mahasiswa Universitas Hamzanwawdi berpelukan dengan orang tuanya, yang menjadi korban bencana gempa bumi di KLU, karena akan mendapat prioritas beasiswa.

LOTIM – Lebih dari 40 mahasiswa Universitas Hamzanwadi Selong Lombok Timur (Lotim), menjadi korban gempa bumi. Mahasiswa yang terkena dampak langsung, dan rumahnya mengalami roboh itu berasal dari Lotim, Lombok Utara, dan daerah lainnya. Termasuk Pulau Sumbawa. Bahkan, adapula mahasiswa baru kampus ini, menjadi korban gempa bumi.
Tak ingin pendidikannya terputus, Universitas Hamzanwadi memberikan komitmen penuh, membantu para mahasiswa korban gempa bumi. Komitmen itu, seiring dengan beredarnya informasi di sejumlah perguruan tinggi negeri dan swaasta di Mataram, yang memaksa mahasiswanya cuti, jika tidak bisa bayar. Parahnya lagi, mengancam akan mencabut SK yudisiumnya, jika tidak bisa bayar kuliah.
“Yang penting jangan berhenti kuliah. Masalah biaya jangan dipikirkan, nanti kampus akan berikan beasiswa,” kata H Edi Waluyo, Wakil Rektor II Universitas Hamzanwadi, pada Radar Mandalika, kemarin.
Para mahasiswa semua jurusan, termasuk mahasiswa baru yang sudah mendaftar dan menjadi korban bencana, sudah diidentifikasi. Kabar gembira tersebut sudah disampaikan langsung pada mereka. Agar tidak ada satu pun mahasiswa korban bencana berhenti kuliah, karena alasan kondisi ekonomi pascagempa bumi.
Pemberian beasiswa diprioritaskan kepada mahasiswa yang secara ekonomi sudah tidak mampu lagi. “Karena itu, akan kita verifikasi factual,” katanya.
Sementara yang mampu tapi korban bencana, tetap juga diberikan keringanan. Tapi tidak sama seperti yang benar-benar kondisi ekonominya jatuh akibat gempa bumi. “Bagi kami pendidikan untuk mereka adalah nomor satu. Nanti kami akan prioritaskan beasiswa yayasan dan beasiswa kopertis, sehingga tidak ada alasan untuk berhenti kuliah,” tegasnya.
“Kita akan berlakukan sejak semester ini. Ini adalah kebijakan lembaga. Sementara yang sudah skripsi, tuntaskan skripsinya, jangan urus soal biaya dulu,” tambah Edi.
Sejak terjadi bencana gempa bumi, universitas swasta terbesar di NTB yang meraih akreditasi B sangat baik ini, menerjunkan ratusan mahasiswanya menjadi relawan, membantu korban bencana. Setiap satu pekan, kampus yang dipimpin Hj Sitti Rohmi Djalilah ini, menyebar 130 mahasiswa ke 13 titik. Masing-masing titik, dilepas 10 orang untuk membantu korban bencana. Sehingga hingga saat ini, sudah 800 mahasiswa diterjunkan menjadi relawan. “Mahasiswa yang menjadi relawan, kami berikan penghargaan. Bentuknya, selama menjadi relawan, kami konversi menjadi SKS Kuliah Kerja Nyata (KKN). Jadi, tidak perlu lagi menempuh mata kuliah KKN, karena mereka sudah praktek langsung di lapangan,” pungkasnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here