Beranda Lombok Timur PKH dan Guru Sertifikasi Tak Harus Mundur

PKH dan Guru Sertifikasi Tak Harus Mundur

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA Muh Saleh

LOTIM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Timur (Lotim), menerima sejumlah masukan dari masyarakat. Masukan itu kaitan dengan Calon Legislatif (Caleg) yang masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS), yang terindikasi korupsi. Kemudian masih berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), berasal dari Pendamping Keluarga Harapan (PKH) dan guru sertifikasi.
Untuk lolos dalam DCS, mereka yang sertifikasi dan PKH, tak harus mengundurkan diri. Sebab, dalam Peraturan PKPU setelah dilakukan kajian serta konsultasi pada KPU Provinsi, tidak disebutkan seorang sertifikasi dan PKH, harus mengundurkan diri. Sebab, PKH dan sertifikasi bukan badan atau lembaga yang masuk dalam PKPU.
Berbeda dengan PNS, TNI, Polri, kepala desa (kades) dan perangkat desa, diharuskan mengundurkan diri. Sementara jika pelaku korupsi, secara sendirinya dinyatakan gugur.
“Kalau PKH dan sertifikasi meski pendapatannya bersumber dari negara, jika terpilih sebagai dewan, maka akan terhenti dengan sendirinya,” kata Muh Saleh, Ketua KPU Lotim, kemarin.
Dari masukan masukan masyarakat itu, calon dalam DCS yang terindikasi korupsi satu orang, dan masih berstatus PNS aktif satu orang. Oleh KPU, sudah melayangkan surat terhadap pihak Partai Politik (Parpol) pengusung, untuk melakukan klarifikasi. “Sampai saat ini, kami belum mendapatkan jawaban dari Parpol terkait, terhadap permintaan klarifikasi itu,” terangnya.
Jika Caleg yang menjadi PKH atau sertifikasi mengundurkan diri, menjadi urusan yang bersangkutan dan masalah di lembaga terkait. Dikatakannya, itu menjadi urusan berbeda dan menjadi urusan internal pihak terkait. KPU hanya fokus pada persyaratan administrasi saja. “Khusus untuk Caleg yang setelah diklarifikasi benar korupsi, atau belum mundur dari PNS, maka statusnya menjadi Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Harus diganti oleh Parpol terkait. Bisa juga dibiarkan kosong,” pungkasnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here