Beranda Headline Modis Kadis Perkim Sempat Dibawa Kabur

Modis Kadis Perkim Sempat Dibawa Kabur

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA DIAMANKAN: Mobil dinas Kadis Perkim saat diamankan di halaman Polres, kemarin.

PRAYA — Kepolisian Polres Lombok Tengah (Loteng) berhasil membekuk Johan, 33 tahun warga Dusun Bundue, Desa Jago, Kecamatan Praya. Pelaku ditangkap karena membawa kabur mobil dinas (Modis) milik Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Loteng, L Firman Wijaya. Saat itu, Modis ini digunakan oleh sopir Kadis Perkim Juhaini, 29 tahun warga Dusun Bundue, Desa Jago, Kecamatan Praya, Rabu (29/08). Pelaku diamankan kurang dari 24 jam setelah melakukan aksinya.

Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles P Girsang dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Ia menegaskan, setelah pihaknya mendapat laporan atas kehilangan mobil itu, petugas langsung bergerak cepat dan kurang dari 24 jam pelaku berhasil diamankan polisi.
“Kejadian pencurian pagi dan kita berhasil mengamankan pelaku pada sore harinya,” terang Rafles, kemarin.
Ia menyatakan, kejadiannya bermula sekitar pukul 07.00 Wita, dimana sopir Kadis Perkim saat balik dari Bandara Internasional Lombok untuk mengantar Lalu Firman Wijaya pulang ke rumahnya di Bundue. Namun, setelah korban sampai di rumahnya, pelaku datang dan mengancam korban sambil merampas kunci mobil dinas dari korban sambil mengatakan kalau tidak diberikan kunci mobil, maka pelaku akan memecahkan kaca mobil.

Atas kejadian itu, sang sopir pun melaporkan ke Polres. Sehingga KBO dan opsnal melakukan pengejaran sehingga mobil tersebut ditemukan di Desa Nyerot, Kecamatan Jonggat tepatnya di pinggir jalan raya, dan langsung opsnal menghampiri yang membawa mobil dan langsung menangkap pelaku.
“Pelaku berikut barang bukti di bawa ke Polres untuk menjalani pemeriksaan,” ungkapnya.
Rafles menambahkan, bahwa pihaknya masih mengembangkan motif pelaku nekat melancarkan aksinya tersebut, mengingat pelaku melakukan pencurian pada pagi hari, oleh kepolisian menyelidiki apakah yang bersangkutan termasuk jaringan atau tidak. Tapi dari keterangan sejumlah saksi pelaku selama ini dikenal tidak waras.
“Kita masih mendalami motifnya,” ungkapnya.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, pelaku saat ini terpaksa mendekam di penjara dan terancam hukuman selama tujuh tahun penjara karena melanggar pasal 363 tetang pencurian dengan pemberatan.
“Pelaku melakukan pengancaman makanya kita sangkakan melanggar pasal 363 agar kapok,” jelasnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here