Beranda Headline Johan: Dana Pemulihan untuk Pemerintah

Johan: Dana Pemulihan untuk Pemerintah

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA BAHAGIA: Gubernur NTB, M Zainul Majdi bersama isteri saat menyalami anak pengungsian dampak gempa bumi di KLU, belum lama ini.

MATARAM – Wakil rakyat di Udaya kembali bersuara keras soal usulan pemerintah provinsi untuk kebutuhan rehabilitasi pasca gempa belum lama ini.
“Jadi korban gempa yang dipulihkan ini pemerintah bukan rakyat, 35 M hanya untuk kantor,” sentil keras Ketua Fraksi PKS DPRD NTB, Johan Rosihan, kemarin.

BNPB, kata Johan juga merilis dampak kerugian gempa paling kurang 7,7 triliun dengan 125 ribu rumah rusak, dengan korban meninggal dunia 560 orang, dan lebih 400 ribu pengungsi. Sementara alokasi dari APBN sejauh ini masih simpang siur. Terkadang dana PKH dan Rastra diklaim sebagai bantuan gempa. Sementara itu, APBD NTB juga belum dirasa optimal untuk menangani dampak gempa.

Hal tersebut pihkanya melihat sesuatu yang ironis, disaat pemerintah NTB meminta bantuan keuangan dari daerah lain, sementara kas daerah sendiri tidak disusun secara optimal untuk menangani gempa.

“60 miliar alokasi gempa dari rencana belanja 5,2 Triliun di tahun 2018 itu setara dengan 1,15 peresn. Ini Ironis sekali,” katanya.

Dari alokasi gempa, perspektifnya yang bisa dibaca, korban dari gempa adalah pemerintah, karena setengah alokasinya untuk membangun gedung pemerintah.

Pihaknnya mengajka berikhtiarkan kembali. Dampak gempa mesti menjadi perhatian bersama. Pemda NTB menampakkan pemulihannya pada peningkatannya alokasi dalam penanganan gempa yang seharunya minimal 5 perse dari total APBD Pemerintah provinsi.

“Ini kondisi lebih seram dari kata omong kosong,” pungkas ketua komisi III DPRD NTB itu.

Sebelumnya, Sekda NTB, Rosyiadi Sayuti pun membenarkan bahwa puluhan miliar dibutuhkan pemda untuk pemulihan pasca gempa. 35 M sesuai hitungan mereka untuk rehabilitasi gedung kantor pemerintahan dengan tujuan menjamin agar roda pemerintahan berjalan lancar. Sementara lainnya juga tentu dialokasikan untuk hunian sementara korban gempa yang akan dibangun pemprov. Bahkan sebelum pusat merealisasikan semua bantuannya, Pemprov sudah membuat ancang-ancang untuk masing masing rumah dibutuhkan antara 1, 5 sampai 2 juta dikalikan sekian ribu rumah rusak berat.

“Untuk logistik Mensos masih siap membantu, sementara beras kita juga akan kita keluarkan,” kata Sekda. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here