Beranda Mataram Siapkan Anggaran untuk Sekolah Darurat

Siapkan Anggaran untuk Sekolah Darurat

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA H Effendi Eko Saswito

MATARAM —Pemkot Mataram menyiapkan anggaran di APBD Perubahan (APBDP) untuk untuk kebutuhan sekolah darurat. “Dialokasikan di Dinas Pendidikan sekitar Rp 200 juta. Sekarang masih dalam proses pembahasan KUA PPAS Perubahan,” kata Sekda Kota Mataram, H Effendi Eko Saswito.
Anggaran itu diharapkan bisa segera selesai dibahas, dan dieksekusi. Karena kebutuhan bagi sekolah sangat mendesak. Sehingga tak hanya menunggu bantuan pemerintah pusat.

Namun menurut Sekda, tidak semua sekolah kemungkinan butuh sekolah darurat. Untuk itu, akan disiapkan tenda. Selain biaya perbaikan sekolah. Terkait pembuatan sekolah darurat, akan dicarikan alternative lokasi lain bila di halaman sekolah tidak memungkinkan. “Kepala daerah menginstruksikan Dinas Pendidikan mengambil langkah strategis. Karena mereka yang bisa petakan masalah di sektor pendidikan. Yang penting kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa berjalan baik,” ujarnya.
Bila halaman sekolah memungkinkan untuk dibuatkan sekolah darurat, masalah lain muncul. Tak jarang halaman sekolah dijadikan lokasi warga mendirikan tenda-tenda pengungsian. Untuk itu, Sekda meminta pihak kepala lingkungan dan kelurahan bisa mencarikan alternatif agar KBM bisa berjalan. “Masyarakat ngalah dulu lah,” imbuhnya.
Mengenai perbaikan sekolah yang rusak akibat gempa, memiliki dua opsi. Bagi sekolah yang nilai kerusakannya di bawah Rp 200 juta, harapannya bisa dieksekusi melalui APBDP. Berdasarkan data, dari 34 sekolah dasar (SD), yang mendapat biaya perbaikan dengan nilai kerusakan di bawah Rp 200 juta ke bawah sebanyak 28 sekolah. Sisanya enam sekolah memiliki nilai kerusakan di atas Rp 200 juta. “SMP ada enam yang rusak. Yang nilai kerusakannya Rp 200 juga ke bawah empat sekolah. Empat lainnya di atas Rp 200 juta,” jelasnya.
Setelah APBDP diketok, opsi itu harapannya bisa dimulai. Sambil Pemkot tetap berusaha meminta bantuan ke pusat. “Itu hanya dana antisipasi. Kalau dana pusat segera keluar, dana itu tidak digunakan. Bisa dialihkan untuk kepentingan lain,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Sudenom mengatakan, tenda akan ditawarkan kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan. Data yang dimilikinya, terdapat 14 sekolah yang rusak parah. Namun tidak sampai ambruk. Bahkan ia menyebut bila tidak ada rencana membuat sekolah darurat.
“Untuk perbaikan sekolah dianggarkan dari pusat, termasuk anggaran APBD murni 2019,” kata dia seraya menambahkan jika saat ini KBM sudah mulai berjalan. Namun tidak dipaksakan anak-anak untuk masuk sekolah. “Belajar juga tidak harus formal, agar hilang trauma anak-anak,” pungkasnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here