Beranda Headline Ribuan Meter Jalan Rusak Akibat Gempa

Ribuan Meter Jalan Rusak Akibat Gempa

BERBAGI
HUMAS LOBAR FOR RADAR MANDALIKA RETAK: Beginilah kondisi salah satu ruas jalan di wilayah Lobar yang rusak akibat guncangan gempa bumi beberapa pekan lalu.

LOBAR —Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) rusak akibat guncangan gempa. Berdasarkan data Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), terdapat sekitar 1.529 meter jalan rusak. Tersebar di sejumlah titik di wilayah Lobar. Antara lain, jalan Kekeri-Terep sepanjang 31 meter, jalan Dasan Geria-Ketapang Orong sepanjang 48 meter, jalan di Desa Golong sepanjang 101 meter, dan di Desa Mekar Sari sepanjang 29 meter.
Kemudian di Desa Bengkaung sepanjang 163 meter, Kebon Talo-Eat Mayang sepanjang 77 meter, Sayong-Jelateng sepanjang 58 meter, Sayong-Segerning sepanjang 21 meter, Lendang Re-Menjut sepanjang 332 meter, Lilin-Teluk Sepang sepanjang 134 meter, ruas jalan Belencong-Gegutu sepanjang 467 meter, Karang Temu-Batu Rimba di Desa Batu Mekar sepanjang 51 meter, dan jalur Dopang-Guntur Macan sepanjang 17 meter. “Ada juga kerusakan jalan di Midang dan jalur Lilir-Jeringo yang belum sempat dimasukkan daftar,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Lobar, Hambali saat rapat bulanan FLLAJ Lobar di Kantor Dinas Perhubungan Lobar, kemarin.
Pascagempa, pihaknya bersama Bappeda dan FLLAJ Lobar langsung melakukan pengecekan kerusakan. Serta menghitung kerugian dampak gempa. “Kita langsung turun menginventarisir jalan-jalan rusak. Khusus Balai Jalan Nasional (BJN) lebih konsentrasi pada jalan yang putus,” terangnya.
Akibat kerusakan jalan itu, diperkirakan kerugian minimal Rp 2,09 miliar. Hanya saja, dari keterangan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) FLLAJ Lobar, IAO Suwati Sidemen, perkiraan tersebut dinilai dari kerusakan bukan kerugian. “Kerugian bisa jadi bertambah, karena marka jalan dan lainnya,” jelasnya.
Pihaknya belum mengetahui sumber biaya yang nantinya digunakan untuk perbaikan sejumlah ruas jalan yang rusak tersebut. Sebab Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) belum memasukkannya ke daftar kebutuhan. Sedangan BJN baru memasukkan enam ruas jalan ke daftar penanganan perbaikan. “Kita tetap memasukkan seluruh ruas jalan rusak tersebut dalam Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk penanganan pascagempa,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here