Beranda Headline Polda Masih Dalami Penyebar Hoax Gempa

Polda Masih Dalami Penyebar Hoax Gempa

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA Kombes Pol, Syamsuddin Baharuddin

MATARAM – Kepolisian Polda NTB masih mendalami penyebar informasi hoax yang beredar di media sosial yang mengatakan Minggu tanggal 26 lalu, akan terjadi gempa dengan kekuatan dahsyat. Proses penyelidikan masih terus dilakukan Polda guna mengungkap penyebar hoax tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB Kombes Pol, Syamsuddin Baharuddin membenarkan bahwa kasus tersebut ditangani Direskrimsus Polda. Tindakan menyebar informasi hoax jelas melanggar hukum sehingga siapapun yang melanggar tentu akan tetap ditindak sebab, hukum tidak pandang bulu.
“Betul ditangani Krimsus, masih penyelidikan,” ungkap Syamsudin di konfirmasi via ponsel, kemarin.
Kasus yang ditanganinya belum bisa disampaikan lebih luas. Hal itu disebakan masih pada tahapan penyelidikan guna mengumpulkan barang bukti dan mengumpulkan keterangan lainya. “Masih dalam penyelidikan,” kata dia singkat.
Pihkanya berpesan dalam situasai kondisi Lombok yang sedang berduka masyarakat pengguna media sosial untuk tidak cepat mempercai berita yang tidak jelas sumbernya. Mengingat sekarang ini, lagi ramai berita hoax. Jangan sampai masyarakat langsung menelan setiap berita yang diterima terutama di medai sosial. Masyarakat harus mencerna, menelaah dan mencari tahu siapa narasumbernya sebelum melakukan sharing (membagi) lebih luas.
“Hoax ini, kita masih penyelidikan sinergitas dengan Diskominfotik, Bakesbangpol,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Tribudi Prayitno mengaku tetap menjalin koordinasi, mendiskusikan bersama pihak Polda khususnya Direskrimsus terkait berita di media sosial yang mengarah kepada dugaan apakah pelanggaran UU ITE dan atau pelanggaran hukum lainnya.
“Kami selama ini senantiasa berkoordinasi terkait penanganan berita hoax dengan Polda NTB khususnya Direskrimsus,” katanya. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here