Beranda Lombok Barat Pengusaha Minta Keringanan Pajak

Pengusaha Minta Keringanan Pajak

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA SEPI: Suasana salah satu toko oleh-oleh di kawasan wisata Batulayar-Senggigi yang sepi pengunjung, kemarin.

LOBAR —Gempa yang menguncang Lombok beberapa pekan lalu, dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha di Senggigi. Imbas paling signifikan adalah, turunnya pendapatan para pengusaha hotel, restoran maupun tempat hiburan. Pengunjung yang biasanya ramai di masa high season seperti ini, justru tampak sepi. Bahkan dari pemantauan, sejumlah pusat oleh-oleh sepi pengunjung.

Kondisi ini tidak dibantah GM Hotel Kila Senggigi, Erik Tumbelaka. Menurutnya, ada penurunan kunjungan para tamu pada high season ini. Ssebelumnya diyakini tingkat kunjungan bisa mencapai sekitar 95 persen. “Terjadi penurunan. Ketika mulai gempa tanggal 5 Agustus, tingkat hunian hotel kita 93 persen. Hari kedua turun 80 persen, turun lagi hari berikutnya 70 persen. Sampai akhirnya gempa yang kedua (6,9 skala richter), drop banget jadi sekitar 20-30 persen,” jelasnya, kemarin.
Kondisi ini membuat pihaknya berharap adanya keringanan pembayaran pajak dari pihak Pemkab Lobar. Alasannya, kunjungan tamu menurun. Otomatis pendapatan dari hotel yang berada di pinggir pantai Senggigi ikut merosot. Minimal adanya keringanan pembayaran sejak bulan Agustus ini. “Kita sudah membuat surat kepada Bapenda untuk keringanan itu,” ungkapnya.
Meski sedang sepi tamu, tidak lantas hotel mengurangi jumlah pegawainya. Menurut dia, pihak hotel memiliki tanggungjawab moral kepada setiap karyawannya, yang sama-sama menjadi korban bencana gempa. “Musibah ini bukan hanya menimpa hotel saja, karyawan juga. Beda halnya kalau hotelnya bermasalah terus bangkrut tutup, mungkin baru itu lain ceritanya,” imbuhnya.
Sebelumnya, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lobar sudah memikirkan rencana kebijakan keringanan pembayaran pajak itu. Baik PBB maupun pajak bagi hotel, restoran, hingga tempat hiburan yang terkena dampak gempa. Bapenda menyadari dampak gempa tersebut sangat mempengaruhi pendapatan para pengusaha. Akibat sepinya pengunjung yang datang di kawasan wisata andalan Lobar itu.
Pihak Bapenda masih melakukan pendataan klasifikasi dampak gempa tersebut langsung ke lapangan. Dari hasil pendataan itu akan ditentukan besaran keringanan pembayaran pajak. Mulai dari penghapusan denda pajak, pencicilan pembayaran maupun penundaan pembayaran. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here