Beranda Praya Metro Pedagang Renteng Kecewa Dengan Dewan Loteng

Pedagang Renteng Kecewa Dengan Dewan Loteng

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA DEMO: Puluhan pendagang Pasar Renteng saat aksi di halaman kantor DPRD Loteng, kemarin.

PRAYA — Untuk kesekian kalinya, puluhan pedagang di Pasar Renteng, Kecamatan Praya melakukan aksi ke kantor DPRD Loteng, kemarin. Namun sayang, kali ini mereka harus pulang dengan tangan hampa dari gedung wakil rakyat tersebut. Sebab, mereka tidak bisa ditemui pimpinan dan anggota DPRD Loteng karena tengah berlangsung sidang paripurna.
“Kami kecewa dengan anggota DPR semuanya,” kata salah satu pedagang di kantor dewan saat aksi.
Tidak lama, pihak sekretariat dewan pun merespons atas hasil komunikasi dengan pimpinan dewan. Para pedagang kemudian di arahkan ke ruang Banmus setempat.
Koordinator aksi, Ihsan Ramdani mengancam dengan menggunakan alat pengeras suara, kalau semua wakil rakyat ini tidak keluar, mereka akan datang lebih banyak lagi.
“Kami datang dan bersurat dengan baik untuk menyampaikan semua keluhan kami sebagai pedagang. Tapi setibanya di sini kami malah dibiarkan. Kami nyesal telah memilih kalian sebagai wakil kami,” kata Dani tegas.
Dani menuturkan, kedatangannya untuk meminta pemerintah dan dewan segera menyiapkan lokasi untuk mereka berjualan kembali, namun mereka mengharapkan bantuan modal dari pemerintah. Pasalnya, pasca insiden kebakaran semua pedagang rugi, semua barang jualan mereka ludes terbakar semua.
“Apa yang harus mereka jual,” katanya.
Dani menegaskan, jika memang terminal Renteng itu disiapkan untuk mereka jualan, namun lokasi itu tidak cukup untuk menampung semua pedagang. Sebab, jumlah pedagang mencapai ribuan orang. Dan ini diharapkan agar dewan segera menindak lanjutinya.
“Saya menekankan agar semua dinas terkait paling tidak berbuat. Maksudnya mencari cara untuk membantu semua pedagang ini,” tuntutnya.

Perwakilan lainnya juga, L Tajir Sahroni mengaku pedagang meminta wakil rakyat memperjuangan nasib mereka. Dan lebih baik lagi karena para pedagang banyak yang mengalami kerugian. “Ya kalau bisa mereka diberikan modal dan untuk dinas harus berkoordinasi dengan perbankan untuk memberikan kebijakan pada semua pedagang,” kata Tajir.

Sementara itu, Ketua DPRD Loteng, H Achmad Puaddy FT yang menerima para pedagang mengaku, pihaknya sudah meminta Ketua Komisi III untuk menemui pedagang yang datang.
“Kami bukanya tidak peduli, malah kami terus mengupayakan apa yang diminta oleh pedagang itu,” kata Puaddy.
Politisi Golkar mengaku, sebagai bukti keseriusannya, dewan sebelumnya langsung berkoordinasi dengan Sekda mengenai persoalan ini. Dari hasil pembahasan, untuk lokasi pedagang berjualan sementara memang disarankan di terminal. Terkait izin dari Provinsi dari Pemkab sudah besurat ke Dinas Perhubungan Provinsi.
“Untuk lokasi mereka jualan juga akan dibuatkan lapak oleh pemerintah,” jajinya.
Sementara untuk pembanguna permanen di Pasar Renteng, pihaknya mendapatkan informasi akan segera dilakukan karena propsalnya sudah masuk di kementerian.“ Sudah ada titik jelasnya,” katanya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here