Beranda Lombok Barat Puluhan Proyek Terancam Tak Terbayar

Puluhan Proyek Terancam Tak Terbayar

BERBAGI

LOBAR —Gempa yang menguncang Lombok beberapa pekan lalu, ternyata berdampak juga terhadap sejumlah proyek di Lombok Barat (Lobar). Dampak paling dirasakan, pengerjaan sejumlah proyek fisik molor lantaran rasa trauma para pekerjanya.
Dampak lain, sekitar 25 persen proyek fisik itu terancam tak bisa terbayarkan tahun ini. Alasannya, Pemkab Lobar tidak memiliki anggaran yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD). “Gempa berpengaruh terhadap kondisi fiskal daerah kita. Pendapatan daerah dari PAD tidak bisa on target, jadi kemungkinan PAD kita hilang sekitar Rp 50 miliar,” kata Kabag Administrasi Pembangunan dan ULP Setda Lobar, Heri Ramadan yang ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Sebagai solusi, pihaknya terpaksa mencari beberapa pilihan. Seperti melanjutkan proyek, namun pembayaran dilakukan ditahun depan. Hingga ancaman dihentikannya proyek, kemudian dilanjutkan tahun depan.
Ia pun akan mengumpulkan seluruh rekanan, pimpinan perusahaan, maupun kontraktor yang mengerjakan sejumlah proyek di Lobar. Kemungkinan opsinya, biarkan mereka selesaikan pekerjaan 100 persen . Tapi pembayaran tahun depan, artinya Pemda berutang dulu,” ujarnya.
Ia pun memastikan jika beberapa opsi itu sudah sesuai dengan aturan yang ada. Bahkan tak ada celah bagi rekanan maupun pimpinan perusahan untuk tidak menarima opsi yang ditawarkan Pemkab Lobar. Mengingat kondisi daerah yang tengah dilanda bencana. “Kalau ada diantara mereka bersikeras melanjutkan pekerjaan, dan sebagian menghentikan pekerjaan maka Pemda tentu menawar beberapa opsi tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lobar Hj Lale Prayatni tidak mempungkiri berkurangnya PAD dari sektor pajak akibat gempa. Mengingat banyaknya bangunan milik wajib pajak yang mengalami kerusakan. Selain berkurangnya kunjungan wisatawan ke Senggigi pascagempa. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here