Beranda Headline Potret Perjuangan Petugas BPBD Membantu Pengungsi

Potret Perjuangan Petugas BPBD Membantu Pengungsi

BERBAGI
HUMAS LOBAR FOR RADAR MANDALIKA TANGGAP BENCANA: Beginilah aktifitas para petugas BPBD Lobar saat akan mendistribusikan bantuan kepada para pengungsi gempa.

Selalu Siaga, Sampingkan Keluarga Demi Tanggap Bencana

Para petugas badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Lobar selalu siap dan siaga dalam menghadapi bencana. Tentunya dalam menjalankan tugas, ada suka dan dukanya.
WINDY DHARMA-LOBAR

PASUKAN berseragam orange dari BPBD Lobar selalu sigap dan tanggap menolong warga saat bencana melanda Gumi Patut Patuh Patju ini. mereka tidak pernah menunjukan wajah letih. Seperti saat membantu korban bencana gempa bumi yang melanda Pulau Lombok.
Seperti dilakoni H Tohri. Sebagai bagian dari jajaran BPBD Lobar, pria kelahiran 5 Januari 1967 ini sudah berhari-hari berada di posko tanggap bencana. Demi menyalurkan bantuan kepada para korban gempa di wilayah ini.
Hampir besar waktunya dicurahkan kepada para korban gempa daripada keluarganya. Bahkan rasa takut akan bencana yang masih menghantui warga, tak dihiraukannya demi tugas kemanusian. Menyelamatkan nyawa puluhan ribu warga yang mengungsi.
Dirinya tidak memungkiri rasa rindu dengan keluarga terkadang menghampiri. Terlebih lagi rasa khawatir dengan keselamatan keluarganya saat ditinggal. Selain karena tugasnya sebagai Kepala Sub Bidang Logistik, Tohri mengaku bekerja karena panggilan hatinya. “Saya bekerja karena terpanggil membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. Di sini saya mendapatkan dunia dan akhirat,” katanya.
Tohri hanya salah satu dari belasan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di BPBD Lobar. Seperti dirinya, seluruh jajaran BPBD dan Tim Siaga Bencana Daerah (TSBD) menjadi urat nadi pemerintah dalam menangani secara cepat aneka bencana yang menimpa masyarakat Lobar.
Posisi Tohri dan kawan-kawannya sebagai personel BPBD dan BNPB menjadi sangat urgen. Tidak hanya ketika terjadi bencana, namun juga saat memitigasi bencana. Atau mengajarkan masyarakat untuk bersiap-siap bila terjadi bencana.
Sayangnya, posisi tugas yang ideal itu justru hanya terjebak saat mereka diharuskan hanya menangani tanggap darurat bencana.
Kepala Subdit Operasi Penyelamatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lukmanul Hakim menyayangkan anggapan terhadap BPBD yang seperti itu. “Dalam kondisi seperti ini, BPBD menjadi komando. Tapi dalam kondisi normal, penyiapan sosial menghadapi bencana pun sangat penting,” ujarnya saat ditugaskan pimpinannya untuk mendampingi Tohri dan BPBD Lobar.
Lucky, panggilan akrab Lukman, memberi point utama terhadap penanganan bencana terletak pada political will pimpinan nasional maupun daerah. Serta kesigapan jajaran BPBD, bahkan BNPB dalam berkoordinasi dengan seluruh komponen stakeholders dan masyarakat. “Itu menjadi salah satu kunci penanganan bencana,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here