Beranda Headline Kesehatan Pengungsi Makin Terancam

Kesehatan Pengungsi Makin Terancam

BERBAGI

PRAYA – Turunya hujan di beberapa wilayah di Loteng membuat para pengungsi dampak gempa bumi resah. Mereka makin khawatir dengan beragam ancaman penyakit yang menyerang. Sebab, sampai dengan saat ini warga di Utara masih tinggal di bawah tenda. Sebab, rumah mereka belum diperbaiki pemerintah.
Kepala Desa Selebung, Kecamatan Batukling, Agus Kusumahadi menceritakan, ratusan rumah warga di wilayahnya rusak berat. Sehingga, belum ada tempat tinggal warga dan harus bertahan di tenda pengungsian. Agus memprediksi, tenda pengungsian sementara tidak akan mampu bertahan di tengah hujan yang tidak menentu mulai turun.
“Yang diinginkan warga ke depannya adalah tempat tinggal yang layak untuk sementara,” ungkap Agus saat menghadiri kegiatan Anev di aula Polres Loteng, kemarin.
Agus meminta kejelasan kepada Pemkab Loteng, kapan rumah warganya bisa dilakukan perbaikan. Sebab, semua warga sudah mulai mempertanyakan dan mereka sudah mulai mengeluh jika harus tetap tinggal di tenda.
“Bagi warga yang punya tenda terpal sudah banyak mengeluh karena diserang penyakit, apalagi warga yang tidak punya tenda,” tegasnya.

Sementara, Kades Aik Berik Muslehudin juga menyampaikan hal serupa. Dia selain memikirkan rumah warga belum diperbaiki, hujan yang turun menambah kecemasannya secara pribadi. “Mereka takutkan kalau tetap di tenda pengungsi akan lebih banyak yang akan diserang penyakit,” tuturnya.
Menanggapi itu, Sekda Loteng, HM Nursiah menjelaskan, perbaikan rumah akan segera dilakukaan karena data jumlah yang rusak akibat gempa sudah ada. Untuk membahas persoalan itu, dirinya bersama Bupati akan berangkat ke Jakarta untuk membahasnya.
“Dalam waktu dekat ini kami akan rapat di Jakarta,” kata Sekda.
Untuk permintaan Kades yang meminta untuk hunian layak sementara, memang cukup berat karena kalau membali hunian seperti di KLU itu, sangat membuthkan anggaran yang sangat besar. Kalau tidak salah harga untuk membuat hunian sementara sebesar Rp 3 juta dalam satu hunian.
“Sedangkan jumlah warga kita sangat banyak sekali,” tuturnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here