Beranda Headline Kemandagri Peduli Korban Gempa NTB

Kemandagri Peduli Korban Gempa NTB

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA SAMBUTAN: Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo saat memberi sambutan yang diterima Gubernur NTB, M Zainul Majdi, kemarin.

MATARAM – Kepedulian seluruh staf Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada korban bencana gempa bumi di NTB patut diacungi jempol. Dari hasil gotong royong para staf terkumpul dana sebesar Rp 700 Juta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo menyerahkan langsung bantuan kepada korban gempa di Lombok yang diterima Gubernur NTB, M. Zainul Majdi di Mataram, kemarin.
Gubernur melaporkan dampak roda pemerintahan sejak bencana gempa yang terjadi di NTB. “Sebagai laporan, untuk daerah yang terdampak gempa, sarana pemerintah daerah, pelayanan publik, secara khusus kami laporkan, alhamdulillah Pemda tetap berfungsi dengan segala keterbatasannya,” kata gubernur.
Gubernur menyampaikan, sebagian dari donatur memberikan bantuan dalam bentuk tenda dan kontainer yaitu sebanyak 24 kontainer sudah datang dan sebagian telah dipergunakan sebagai sarana pelayanan terpadu untuk masyarakat. Dalam laporannya juga, gubernur telah meminta Bupati Lombok Utara agar pelayanan dasar kepada masyarakat harus terus diupayakan bersifat fungsional.
“Alhamdulillah hal ini sudah terwujud, pelayanan kesehatan, melalui RSUD juga sudah berjalan. Tenda-tenda pasien juga sudah berdiri, bantuan dari rumah sakit lapangan yang dikerahkan oleh TNI, rumah sakit terapung hasil kerjasama TNI dan Kementerian Kesehatan,” paparnya.
TGB juga menguraikan salah satu yang menjadi pertimbangan bencana gempa di NTB ini, tidak menjadi bencana nasional, karena perangkat pemerintahan di daerah seribu masjid ini masih berjalan dengan baik.
“Kami minta support dari bapak Mendagri untuk kami semua, khususnya ASN yang bertugas di NTB untuk bisa melaksanakan tugas dengan optimisme, terlebih sejak 26 Agustus kami telah mendeklarasikan gerakan Lombok dan NTB bangun kembali. Ini menandai bahwa kita telah masuk dari fase transisi ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTB dua periode itu melaporkan keadaan psikis korban gempa Lombok. Kuatnya pranata adat menurut TGB berbanding lurus dengan kedewasaan masyarakat dalam menghadapi bencana ini. Kabupaten Lombok Utara misalnya, merupakan wilayah yang masyarakatnya sangat kuat memegang pranata adatnya. Sehingga ketika pejabat tertinggi sekalipun datang berkunjung, mereka menerima dengan tenang dan baik tanpa ada protes.
“Lombok Utara adalah salah satu contoh daerah yang pranata adatnya tetap dijalankan,” jelasnya.

Sementara, kedatangan Mendagri Tjahjo Kumolo dan rombongan ke NTB, selain akan memberikan langsung bantuan rehabilitasi bagi puluhan kantor desa yang rusak, juga akan menyerahkan bantuan dana bagi korban gempa. Termasuk juga bantuan berupa tenda.
Tjahjo kumolo mengungkapkan, saat pertama kali gempa mengguncang NTB, dia sebagai Mendagri langsung memerintahkan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk mengerahkan para praja sekolah pamong Kampus NTB, membantu penanganan korban bencana. Tahap pertama, telah dikirim 200 praja ke wilayah yang terkena gempa. Tidak hanya itu, pihaknya juga langsung mengirimkan bantuan berupa makanan dan minuman. (cr-jho/Adv/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here