Beranda Praya Metro Arifin Tomi Kecewa

Arifin Tomi Kecewa

BERBAGI
TARNADI/RADAR MANDALIKA Arifin Tomi

Camat Tolak Pengangkatan Sekdes Baru

PRAYA—Kepala Desa Rembitan, Arifin Tomi meradang. Hal ini lantaran Sekdes yang ia angkat justru tidak mendapatkan respons dari Camat Pujut, Lalu Sungkul selaku pemberi rekomendasi. Padahal menurutnya bahwa pengangkatan Sekdes yang dilakukan pihaknya sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.
Arifin Tomi sendiri sudah meminta rekomendasi atas pergantian Sekdes di desanya beberapa waktu lalu. Namun sampai saat ini rekomendasi itu urung diberikan tanpa alasan yang jelas. Bahkan, sang camat lebih memilih melaporkan pesoalan ini kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
“Saya lebih baik dipecat jadi kades kalau usulan saya tidak diterima seperti ini. Kami sudah usulkan rekomendasi Sekdes tapi tidak pernah direspons, malah lain-lain yang disampaikan di DPMD,” sesal Arifin yang juga Ketua FKD Kecamatan Pujut ini.
Selain itu ia juga mengaku, sudah dua kali melakukan seleksi dengan membuat tim pansel untuk pengrekrutan Sekdes tersebut. Hanya saja, hasilnya justru disembunyikan oleh pihak kecamatan. Padahal Sekdes yang diajukan itu merupakan permintaan langsung dari masyarakat. Sebagai bukti, sampai saat ini tidak ada gejolak dari masyarakat terkait pergantian sekdes tersebut.
“Kan bukan kecamatan yang menentukan Sekdes, tapi kami dari Pemdes. Terus kenapa harus ditolak, padahal masyarakat di bawah sudah menerimanya,” jelasnya.
Untuk itu, ia menegaskan sampai kapanpun tidak akan pernah setuju jika dikemudian hari camat menunjuk Sekdes yang bukan pilihan dari desa. Sebab hal ini sudah sesuai mekanisme dan ini merupakan kewenangan desa.
“Yang jelas kami tidak akan pernah menerimanya kalau ada Sekdes yang datang ke kantor tapi bukan hasil dari penjaringan kami sendiri,” geramnya.
Terpisah, Camat Pujut Lalu Sungkul mengaku bahwa dirinya tidak memberikan rekomendasi untuk pergantian Sekdes Rembitan karena Sekdes sebelumnya belum diberhentikan sesuai aturan yang ada. Salah satu buktinya, tidak melalui mekansime pembentukan Panitia Seleksi (Pansel). Selain itu, ia juga melihat Kades Rembitan melakukan pemberhentian sepihak tanpa mempertimbangkan ketentuan lainnya. Sehingga mengakibatkan banyak warga yang protes dan mempertanyakan persoalan ini kepada dirinya.
“Karena itulah kami belum memberikan rekomendasi itu,” tegas Sungkul.
“Dulu ada Sekdes Rembitan yang meninggal dan diangkatlah salah seorang Sekdes baru. Eh ternyata setelah Sekdes ini bekerja beberapa bulan, dilakukan pengangkatan sekdes lagi oleh Kades. Sementara Sekdes sebelumnya belum diberhentikan. Lah, terus kita mau merekomendasikan masalah itu seperti apa?” sangkal pria yang pernah menjabat Kabid di Disbudpar Loteng itu.
Selain itu lanjut Sungkul, proses pengangkatan serta pemberhetian Sekdes harusnya melalui pengajuan rekomendasi kepada camat. Akan tetapi, terkait yang terjadi di Desa Rambitan ini tidak pernah mengajukan surat permohonan tersebut. Malah yang diajukan ialah Surat Keputusan (SK) pengangkatan Sekdes yang baru.
“Kades Rembitan yang minta rekomendasi, tapi isinya SK. Kan lucu. Makanya saya sampaikan bahwa di Rembitan itu ada dua Sekdesnya, karena Sekdes sebelumnya juga masih bertahan,” pungkas pria yang juga asal Rambitan ini. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here