Beranda Lombok Timur Ajudikasi PAN dan KPU Gagal

Ajudikasi PAN dan KPU Gagal

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA LENGANG : Ruang sidang ajudikasi penyelesaian sengketa pemilu di kantor Bawaslu Lotim, terlihat lengang. Sedianya Bawaslu menunggu PAN dan KPU datang untuk hadir dalam sidang, kemarin.

LOTIM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lombok Timur (Lotim) pada pukul 10.00 Wita, kemarin, mengagendakan sidang ajudikasi penyelesaian sengketa proses Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif. Namun setelah majelis ajudikasi dari Bawaslu menunggu hingga siang, tak satu pun dari pemohon yakni Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Lotim, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim selaku termohon, hadir. Sidang ajudikasi pun gagal. “Kedua pihak tidak ada datang menghadiri sidang, tanpa ada pemberitahuan,” kata Sahnam, Ketua Majelis Ajudikasi Penyelesaian Sengketa Pemilu, Bawaslu Lotim, kemarin.
Ketidakhadiran kedua pihak baik pemohon maupun termohon, Bawaslu akan kembali mengagendakan sidang tersebut. Surat pemanggilan untuk hadir dalam sidang, dilayangkan kemarin. Sementara, sidang akan dijadwalkan kembali hari ini. “Ketua pihak sudah kami layangkan surat kedua, untuk menghadiri sidang ajudikasi,” ujarnya.
Jika setelah diagendakan sidang kedua pihak pemohon tidak hadir, maka status pemohon gugur. Demikian juga, termohon dalam hal ini KPU bila dua kali tidak hadir, sidang tetap berjalan sesuai agenda yang sudah disusun majelis. Artinya, hadir atau tidak pembacaan putusan tetap jalan. “Kalau pemohon saja yang hadir, tergantung hasil kajian nanti. Apakah yang disengeketakan pemohon bisa lolos masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS), atau tidak,” tambah Sahnam.
Jadwal sidang ajudikasi ini, awal mulanya disepakati saat mediasi kedua pihak dan berakhir buntu beberapa waktu lalu. Ia justru tidak tahu alasan kedua pihak setelah bersepakat, justru tidak hadir dalam sidang ajudikasi tersebut. “Yang jelas, sidang ajudikasi tetap kami jadwalkan kembali,” tegasnya.
Diketahui, terdapat dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi Bakal Calon Legislatif (Bacaleg), tidak lolos masuk dalam DCS. Kedua orang tersebut, maju dari PKS dan PAN. Namun hanya PAN yang dinyatakan permohonan sengketa proses Pemilu yang diregister Bawaslu, karena berkas permohonan dinyatakan memenuhi syarat. Sedangkan PKS, mundur dari permohonannya karena tak kunjung melengkapi persyaratan permohonan sesuai arahan Bawaslu, sehingga tidak teregister. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here