Beranda Lombok Timur Tuntaskan Pembaharuan Data Kerusakan dan Siswa

Tuntaskan Pembaharuan Data Kerusakan dan Siswa

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA H Lalu Suandi

LOTIM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim), terus berpacu dengan waktu. Terutama, melakukan penuntasan pembaharuan data kerusakan infrastruktur sekolah, jumlah data siswa terkena dampak langsung, maupun tidak langsung.
Kepala Dikbud Lotim, H Lalu Suandi, kepada Radar Mandalika di Selong, kemarin mengatakan, awalnya terdapat 87 unit sekolah terdampak langsung yang mengalami kerusakan. Jumlah itu mengakibatkan kerusakan ruang kelas sebanyak 560 unit, dan jumlah siswa terkena dampak sebanyak 14.344 orang. Akibat gempa susulan, jumlah sekolah mengalami kerusakan dan siswa terkena dampak makin bertambah setelah dilakukan validasi.
Saat ini, Dikbud dalam proses validasi jumlah siswa terkena dampak sesuai keinginan pusat. Di akukan pemisahan data jumlah siswa SD, SMP, siswa laki-laki dan perempuan. Tujuan pemisahan siswa, untuk mendekatkan kebutuhan pusat. “Jumlah siswa kita terkena dampak sekarang ini, sudah 120 ribu lebih,” tegas Suandi.
Fokus sementara Dikbud, adalah sekolah di areal Sembalun, Sambelia dan Pringgabaya. Sedangkan Montong Gading dan Sikur, tidak semasif tiga kecamatan tersebut. Namun tetap menjadi perhatian Dikbud. Data kerusakan terjadi di Montong Gading dan Sikur serta kecamatan lainnya, sudah masuk dalam proses verifikasi maupun validasi. “Jumlahnya memang terus bertambah. Tapi sebenarnya, kita harapkan bekerja pada pasca bencana. Tapi karena harus terus bekerja pada masa tanggap darurat, sehingga data kerusakan maupun jumlah siswa terkena dampak, terus kita update,” jelasnya.
Rencana awal pembangunan sekolah semi permanen, menuai kendala akibat gempa susulan yang tak berkesudahan. Sehingga, pembangunan sekolah semi permanen belum tuntas. “Kami sudah Memorandum of Understanding (MOU). Ada enam sekolah yang dananya sudah siap dan segera dikucurkan,” ungkapnya.
Yang membuat Dikbud harus berpikir keras, bagaimana membuat Proses Belajar Mengajar (PBM), normal kembali. Hingga saat ini, tidak semua aktivitas PBM di sekolah normal seperti biasa. Pasalnya, para wali murid khawatir akan anak-anaknya lantaran gempa susulan. Terhadap sekolah tidak terkena dampak langsung, diharapkan PBM tetap berjalan. Sebab, PBM tidak mesti berlangsung di dalam kelas, tetapi bisa di luar kelas.
“Mudah-mudahan satu atau dua minggu kedepan PBM bisa normal kembali. Sekarang ini, PBM belum aktif secara menyeluruh,” katanya.
“Setelah terjadi gempa susulan dan merusak daerah lain, kita harus berebutan di pusat. Sehingga verifikasi dan validasi terus kita kebut,” sambungnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here