Beranda Mataram Pemprov Ubah Tagline Pemulihan Pascabencana

Pemprov Ubah Tagline Pemulihan Pascabencana

BERBAGI
HUMAS PROVINSI FOR RADAR MANDALIKA PIMPIN APEL: Gubernur NTB, M Zainul Majdi saat memimpin apel “NTB Bangun Kembali” di KLU, kemarin.

MATARAM – Pemerintah Provinsi NTB mengubah tagline dari sebelumnya “Lomok Bangkit”, kini menjadi “NTB Bangun kembali”. Tagline tersebut dibutuhkan pasca dilanda musibah gempa bumi dengan Magnitudo 7 pada tanggal 5 Agustus lalu. Pemerintah telah menetapkan masa tanggap darurat mulai dari tanggal 29 Juli hingga 25 Agustus. Dengan berakhirnya masa tanggap darurat tersebut, Gubernur NTB M. Zainul Majdi melakukan apel untuk mendeklarasikan “NTB Bangun Kembali” di Kabupaten Lombok Utara (KLU), kemarin.
Gubernur selaku inspektur apel mengatakan di hadapan para peserta apel yang terdiri dari Unsur TNI, POlRI, ASN, Mahasiswa, BNPB, dan kepala desa se-Kabupaten Lombok Utara, bahwa sebaik-sebaik modal untuk membangun daerah kembali pasca musibah gempa bumi adalah kebersamaan. Sedangkan sekokoh-kokohnya pondasi untuk membangun adalah persaudaraan dan gotong royong.

Terkait gempa, yang tidak hanya menimpa Lombok, namun juga Pulau Sumbawa, Gubernur meminta masyarakat untuk tetap tenang. Meski dilanda bencana, namun Gubernur yakin bahwa NTB merupakan daerah yang memiliki persaudaraan yang kokoh dan kuat. “Daerah-daerah yang tahan uji dalam keadaan apapun adalah daerah yang warganya bersatu padu dalam kebaikan. Maka saatnya di dalam rekonstruksi dan rehabilitasi ini kita tampakkan, dan kita wujudkan itu semua,” ajaknya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur TGB juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang terdampak musibah gempa bumi, untuk berjuang bersama-sama merehabilitasi dan merekonstruksi, membangun kembali daerah yang sangat indah dan sangat dicintai ini. “Insya Allah kita akan lebih baik lagi dibanding sebelumnya,” ujar TGB.
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak lagi bersedih. Saatnya sekarang untuk berkeringat dengan kerja keras untuk seterusnya. Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa saat ini bukan lagi saatnya untuk berleha-leha, namun saatnya untuk berpeluh-peluh dan bergandengan tangan untuk bergotong royong bekerjasama membangun kembali NTB ini. “Siap bapak ibu?, “Lombok Bangun Kembali”, NTB Bangun Kembali,” kata TGB menyemangati masyarakat dan seluruh peserta apel untuk bangkit kembali.
Gubernur menjelaskan bahwa saat ini, sebagai instrument penyemangat dari seluruh pihak, Presiden telah mengeluarkan Inpres nomor 5 tahun 2018. Dalam Inpres itu, siapa melakukan apa sudah sangat jelas. Saat ini juga, bantuan dan dukungan dari perangkat negara kepada NTB sudah luar biasa.
Sahabat-sahabat, saudara-saudara TNI dan Polri, BNPB, Basarnas, bahkan dari relawan-relawan yang jumlahnya ribuan berasal dari berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya dari Indonesia maupun luar negeri, semua bersatu padu. Baik yang bisa datang langsung maupun mengirim bantuannya. ”Yang tidak sanggup untuk membantu dengan materi juga tak pupus memanjatkan doa. Itu semua adalah tambahan energi dari kita semua untuk membangun negeri kita lebih baik lagi,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, TGB mengingatkan bahwa yang paling utama sumber daya untuk mengembalikan daerah ini menjadi lebih baik dari sebelumnya adalah, sumber daya yang ada pada diri sendiri. “Mari kita berikan pagi ini sebagai awal yang baik, awal yang berkah untuk merehabilitasi daerah yang kita cintai ini. Tetap maksimal memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dalam suasana dan kondisi apapun,” tegasnya. (cr-jho/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here