Beranda Lombok Timur Melihat Upaya TNI/Polri Bersihkan Reruntuhan Pascagempa Bumi

Melihat Upaya TNI/Polri Bersihkan Reruntuhan Pascagempa Bumi

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA PEMBERSIHAN: Tampak personel Brimob Detasemen B Labuhan Haji saat melakukan penarikan tembok rumah yang roboh menggunakan tali, sekaligus pembersihan puing-puing reruntuhan rumah warga di Sambelia, kemarin.

Tanpa Alat Berat, Minta Masyarakat Jangan Hanya Menonton

Proses pembersihan puing-puing rumah, terus dilakukan tim dari TNI ma pun Polri. Dengan alat sederhana, mereka tetap semangat di tengah kondisi serba terbatas.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

JAUH
hari sebelum diputuskan berakhirnya status tanggap darurat, TNI maupun Polri, sudah bahu-membahu membersihkan puing-puing reruntuhan akibat gempa bumi Lombok. Bahkan, proses pembersihan sudah dilakukan pascagempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter tanggal 29 Juli lalu.
Hingga saat ini, proses pembersihan dilakukan TNI/Polri masih berjalan. Kendala ditemui tim dalam melakukan pembersihan, seperti minimnya alat berat. Sehingga, lebih banyak menggunakan tenaga secara manual. Pembersihan menggunakan tenaga manusia ini, tanpa dilengkapi alat pelindung. Padahal kondisi ini membuat hati tidak nyaman saat bekerja.
Pembersihan puing-puing reruntuhan rumah, maupun fasilitas umum (fasum) yang mengalami kerusakan ini diberikan waktu sangat terbatas. Sebab dalam waktu enam bulan kedepan, pembangunan rumah anti gempa bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat, sudah harus tuntas. Tidak main-main, jumlah rumah yang rusak berat mencapai ratusan unit.
Agar rumah warga cepat berdiri, proses pembersihan puing-puing harus segera tuntas. Karenanya, proses ini tidak bisa mengandalkan tenaga TNI dan Polri saja. Apalagi tanpa dukungan alat berat yang memadai. Setidaknya dibutuhkan kerja secara bersama-sama semua pihak terkait. Tak terkecuali Organisasi Perangkat Daerah (OPD), diharapkan bisa ikut turun membantu melakukan pembersihan puing-puing reruntuhan bangunan.
Bagi Kepala Staf Komando Distrik Militer (Kasdim) 1615 Mayor Inf Arifianto, mengajak semua pihak terkait, jangan menjadi penonton. Ia tidak ingin melihat Lombok Timur ini, dianggap tidak beres dalam tanggap darurat. Paling penting yang harus ikut serta melakukan pembersihan, adalah masyarakat sendiri.
Karena selama ini yang kurang mengenakkan hati dilihat dan tidak nyaman, pihaknya selalu mengajak warga ikut serta membantu. Tapi warga malah menjadi penonton. Padahal, itu adalah rumah mereka sendiri. “Mustahil pembersihan ini akan cepat selesai, kalau hanya mengandalkan kami dari TNI dan Polri. Semua harus bergerak, termasuk OPD maupun masyarakat ikut serta bergotong royong,” kata Kasdim 1615, Mayor Inf Arifianto. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here