Beranda Headline Langkah Pemerintah Membangun Kembali Pascagempa di Lombok Barat

Langkah Pemerintah Membangun Kembali Pascagempa di Lombok Barat

BERBAGI
HUMAS LOBAR FOR RADAR MADALIKA KEMBALI BANGKIT: Sejumlah petani mulai mengarap lahan pertaniannya pascagempa.

Bangkitkan Sektor Pertanian, Pusat Siap Mendukung

Pengembalian perekonomian terus dilakukan pemerintah pascagempa yang melanda Pulau Lombok. Salah satunya dari sektor pertanian.
WINDY DHARMA-LOBAR

MASA pemulihan pasca gempa sudah dimulai. Berbagai langkah terus dilakukan pemerintah untuk mengembalikan seluruh sektor yang terdampak akibat guncangan gempa yang melanda pulau Lombok beberapa pekan lalu.
Salah satunya sektor pertanian, sebagai kontributor terbesar bagi pendapatan domestic regional bruti (PDRB) di Lobar. Sektor ini juga menjadi penambah amunisi dalam menggerakkan kebangkitan masyarakat pascagempa. “Sektor yang paling menggerakkan untuk kebangkitan pascagempa ini adalah sektor pertanian,” ujar Direktur Jendral Sarana Prasarana Kementerian Pertanian, P Dadih Permana, saat menyerahkan bantuan kepada petani di Desa Beleka Kecamatan Gerung, kemarin.
Pascabencana gempa, pertumbuhan ekonomi di Lobar cukup melesu. Sehingga melalui sektor pertanian, pemerintah pusat berharap masyarakat bisa segera lepas dari trauma dan mampu bangkit kembali. “Pemerintah membantu stimulan mengangkat kemandirian untuk meningkatkan produksi pertanian,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan anggota Komisi XI DPR RI Wilgo Zainar. Bagi politisi Gerindra ini, sektor pertanian menghadapi banyak tantangan pascagempa. Salah satunya, semakin berkurangnya sumber daya manusia karena lambannya regenerasi di bidang pertanian. “Itu mengapa pemerintah penting membantu petani dengan pupuk, irigasi, dan alat pertanian,” ujarnya.
Bupati Lobar, H Fauzan Khalid juga berkomitmen untuk mengajak warga yang terdampak bencana segera bangkit. Ia tidak ingin beberapa sektor justru terpuruk akibat gempa. “Saya hanya khawatir pertanian akan mengalami penurunan produksi,” katanya.
Bupati sedikit memaparkan capaian di bidang pertanian sebelum terjadinya gempa. Dengan area pertanian di Lobar seluas 17 ribuan hektar lebih, tahun lalu, hasil pertanian mengalami surplus sampai 30 ribu ton untuk padi dan 27 ribu untuk jagung. Sektor ini telah memberi kontribusi sebesar 21,03 persen terhadap total PDRB dengan harga konstan yang sebesar lebih dari Rp 9,7 triliun. Sektor ini pun memiliki kontribusi 32 persen terhadap penyerapan tenaga kerja. Fauzan sangat yakin, potensi itu akan menjadi penggerak kebangkitan dari keterpurukan akibat bencana gempa.
Pada kesempatan itu, sejumlah bantuan diberikan pemerintah pusat kepada sejumlah kelompok tani di Lobar. Seperti traktor, pompa air, transplanter hingga alat tanam jagung.  (*/r1/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here