Beranda Headline Kerugian di Loteng Rp 1 Triliun

Kerugian di Loteng Rp 1 Triliun

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA KESEHATAN: Petugas medis saat memeriksa kesehatan warga pengungsian dampak gempa bumi di BKU, kemarin.

PRAYA — Dampak gempa bumi di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) cukup besar. Hitungan sementara, kerugian mencapai Rp 1 triliun.
Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Loteng, H Muhamad mengaku ribuan rumah rusak, dan dua orang meninggal dunia dampak gempa bumi tertubi-tubi yang ikut menghantam Loteng.
“Jumlah ini masih sementara, karena kita masih terus melakukan pendataan terhadap kondisi rumah warga dan tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah,” terang Muhamad saat ditemui di Posko bencana di kantor Bupati Loteng, kemarin.
Muhamad menegaskan, kerugian yang mencapai Rp 1 triliun itu dikarenakan jumlah rumah maupun fasilitas umum banyak rusak berat. Mulai rumah warga, perkantoran, sekolah, dan sarana ibadah.
“Total sementara rumah yang rusak berat itu mencapai 1.600 unit lebih, belum termasuk fasilitas umum serta sarana dan perasarana lainya yang rusak juga akibat dari gempa ini,” ujarnya.
Muhammad menyampaikan, bahwa penanganan pascagempa ini sudah masuk masa pemulihan. Dimana untuk penataan bangunan yang rusak maupun pemulihan masyarakat yang trauma karena gempa.
“Kita saat ini sudah selesai masa tanggap darurat dan sudah masuk masa pemulihan,” ceritanya.
Sedangkan untuk bantuan perbaikan pihaknya sudah melakukan validasi data dan akan mengajukan kepada Pemerintah Pusat. Sehingga masyarakat yang tekena dampa akibat gempa itu, bisa mendapatkan bantuan sesuai dengan yang dijanjikan oleh Presiden RI.
“Untuk bantuan perbaikan rumah kepada masyarakat itu sudah kita ajukan, mudahan bisa diselesaikan dalam waktu dekat,” harapnya.
Ia menambahkan, bagi warga yang rumahnya rusak berat mendapatkan Rp 50 juta, rusak ringan Rp 25 juta. “Kalau masalah bantuan akan ditangani oleh Dinas Perumahan dan Permukiman,” jelas dia. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here