Beranda Headline
BERBAGI
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (RAKA DENNY/JAWAPOS)

JAKARTA – Usai dilantik menjadi menteri sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita langsung tancap gas. Dia langsung bertolak ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menyapa korban gempa. Minggu (26/8), Agus langsung memimpin rapat koordinasi transisi darurat korban gempa Lombok di NTB.

“Masa tanggap darurat sudah berakhir. Maka, kita memasuki tahap transisi darurat. Presiden sudah mengeluarkan instruksi presiden (inpres) dan setiap kementerian dan lembaga memiliki tanggung jawab,” tutur Agus kemarin (26/8).
Sebelumnya, presiden mengeluarkan Inpres No 5 Tahun 2018 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Lombok. Dalam inpres, Kementerian Sosial (Kemensos) bertugas untuk melaksanakan rehabilitasi sosial dan perlindungan sosial kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Rehabilitasi sosial meliputi layanan dukungan psikososial (LDP) untuk korban gempa. Khususnya kelompok rentan. Yakni, anak-anak, lansia, ibu hamil, ibu dengan balita, dan penyandang disabilitas.
Agus dengan didampingi gubernur terpilih NTB Zulkieflimansyah dan Bupati Sumbawa Husni Djibril menyaksikan langsung proses pencairan bansos program keluarga harapan (PKH) di Sumbawa kemarin. Pada 2018, PKH untuk Kabupaten Sumbawa adalah Rp 42,7 miliar untuk 22.595 keluarga.
Menurut Agus, Kemensos menyisir korban gempa penerima bansos PKH, bantuan pangan nontunai (BPNT), dan bantuan pangan beras sejahtera (rastra).
“Banyak penerima bansos yang kehilangan kartu keluarga sejahtera (KKS), buku tabungan, dan rumah mereka rusak berat, tidak bisa ditempati kembali. Untuk itu, kami bekerja sama dengan BRI mengganti KKS milik korban gempa yang hilang atau rusak dan secara bertahap di berbagai titik dilakukan pencairan bansos PKH tahap ketiga,” ucap Agus. (lyn/syn/jun/c6/agm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here