Beranda Headline Status Tanggap Darurat Berakhir

Status Tanggap Darurat Berakhir

BERBAGI
Ahmad Rohadi/Radar Mandalika AMBRUK: Kondisi rumah salah satu warga rata dengan tanah akibat guncangan gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter 5 Agustus lalu.

KLU –Masa tanggap darurat sudah dinyatakan berakhir Sabtu (25/8) lalu. Meski begitu tak membuat penanganan kedaruratan bencana pun ikut berakhir. Hal ini ditegaskan Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar.
Ia menuturkan, bantuan kepada para pengungsi tidak lantas berakhir. Baik itu juga bantuan sumber dana dan lainnya. Sebab saat ini Lombok Utara masih sedang dalam fase kedaruratan. Secara otomatis penanganan masih terus berjalan.
“Sekarang kita dalam fase kedaruratan yang ketiga,” ujarnya.
Dijelaskan, fase pertama adalah fase darurat. Selanjutnya adalah fase tanggap darurat, dan yang ketiga adalah fase transisi darurat. Setelah 25 Agustus 2018 masa tanggap darurat berakhir dan beralih pada fase transisi kedaruratan atau masa pemulihan. Saat ini pun Lombok Utara saat ini sedang menjaani proses pemulihan dari semua lini.
“Pada masa transisi darurat ini, konsekuensi hukumnya atau pun konsekuesi dari sumber daya dan sumber dananya sama dengan masa tanggap darurat,” jelasnya.
Hanya saja kaya Najmul, pada saat masa transisi, pihaknya harus sudah berpikir pada masalah-masalah yang lebih besar. Berbeda dengan pada masa tanggap darurat lalu yang lebih condong pada kebutuhan pokok. Seperti selimut, terpal, logistik, dan kebutuhan mendesak lainnya. Pada saat masa transisi katanya pemerintah harus lebih berpikir tentang bagaimana anak-anak mulai bisa sekolah, ekonomi bisa berputar lagi dan lainnya.
“Dan itu adanya di masa transisi darurat ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekda NTB H Rosiady Sayuti mengatakan, NTB khususnya Lombok akan mulai berbenah untuk bangkit dari keterpurukan. Yakni dimulai sejak transisi dari masa tanggap darurat menuju masa pemulihan. Hal ini ditandai dengan dilaunchingnya tema “Lombok Bangun Kembali” di Lombok Utara, kemarin (27/8).
“Sekarang kita ke proses pemulihan, proses evakuasi sudah tidak ada,” ungkapnya. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here