Beranda Lombok Barat PAD Diprediksi Berkurang 40 Miliar

PAD Diprediksi Berkurang 40 Miliar

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA H Fauzan Khalid

LOBAR —APBD Perubahan (APBDP) Kabupaten Lobar tahun 2018, akan tetap dibahas di legislatif. Hanya saja, eksekutif meminta legislative maklum dengan kondisi bencana yang akan mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu sektor PAD yang kemungkinan berpengaruh berasal dari pajak. Mengingat sebagian bangunan di Lobar mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang menguncang empat pekan lalu. “Saya minta keikhlasan dewan dalam posisi bencana seperti ini. Karena pertama kita sudah defisit sebelum bencana,” kata Bupati Lobar, H Fauzan Khalid, kemarin.
Kemudian dana tak terduga untuk bencana juga kosong, karena telah digunakan untuk tanggap darurat bencana gempa. Hal ini perlu dibahas, lantaran masih terdapat beberapa antisipasi kemungkinan bencana yang akan melanda Lobar. Seperti kekeringan maupun banjir. “Itu yang perlu kita prioritaskan,” imbuhnya.
Fauzan juga menyinggung target PAD yang mungkin jauh berkurang. Gempa tentunya akan mempengaruhi kunjungan wisatawan di Lobar. Efeknya mungkin akan berlangsung hingga oktober maupun November mendatang. Bupati memperkirakan berkurangnya PAD mencapai sekitar Rp 40 miliar dari target.
“Masak kita mau paksa masyarakat kita bayar PBB, kondisi begini. Termasuk hotel, kan tidak mungkin,” ujarnya.
Ia minta hal ini dapat dimengerti kalangan dewan. Termasuk untuk memaksimalkan sumber daya keuangan di daerah untuk membantu masyarakat yang terkena musibah.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Lobar, Imam Kafali memastikan, prioritas pembahasan anggaran tentunya untuk bencana. Legislatif juga akan melihat dulu usulan eksekutif.
Ia juga memaklumi jika pembahasan APBD Perubahan tidak bisa cepat dilakukan. Sebab eksekutif masih fokus kepada para korban bencana. “Kita tunggu program-program prioritasnya seperti apa. Tentunya yang kita harapkan bisa menyentuh langsung masyarakat,” jelasnya.
Penilaiannya, pembahasan APBDP tidak terlambat. Bahkan dewan mendapat masukn untuk sekaligus membahas APBD murni 2019. Sementara mengenai kemungkinan berkurangnya PAD efek bencana, Imam meminta ekskekutif tidak pesimistis mencapai target. Melihat masih ada sisa waktu sebelum akhir tahun. “Kalau saya tetap optimistis, pasti bisa (mencapai target),” tegas politisi muda ini.
Keoptimisannya itu didasari masih terdapat beberapa event pariwisata cukup besar yang akan digelar Lobar pada bulan-bulan kedepan. Seperti Mekaki Marathon, even jazz, dan beberapa acara lain. “Harapan kita masih banyak. Kalau masalah tercapai seperti apa, tidak mungkin kita memaksakan,” imbuhnya.
Adakah dispensasi untuk pengurangan target PAD? Menurut Imam, tidak mungkin ada dispensasi terhadap perhitungan pendapatan yang sudah jelas. Namun jika asumsi tidak memenuhi target, kemungkinan ada dispensasi dengan melihat kondisi sekarang ini. “Saat ini kita focus kepada pembinaan kepada masyarakat untuk perbaikan pascagempa, harapan kita bisa segera diselesaikan. Tentunya tidak bisa di APBD Perubahan saja, tapi sampai APBD murni dan sampai tuntas,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here