Beranda Headline Mengikuti Kunjungan Menteri Sosial Usai Dilantik di Lombok Barat

Mengikuti Kunjungan Menteri Sosial Usai Dilantik di Lombok Barat

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA SIMBOLIS: Mensos RI Agus Gumiwang Kartasasmita saat menyerahkan uang santunan kepada ahli waris korban gempa yang meninggal dunia, Sabtu (25/8).

Tugas Pertama di Lombok, Serap Aspirasi dan Keluhan Pengungsi

Menteri Sosial (Mensos) RI yang baru dilantik, Agus Gumiwang Kartasasmita mendatangi posko pengungsian di Kecamatan Gunung Sari, Lobar. Apa saja kegiatan Mensos di sana? Berikut ulasannya.

WINDY DHARMA-LOBAR
NAMA Agus Gumiwang Kartasasmita mungkin baru dikenal masyarakat Indonesia. Termasuk di kalangan pengungsi korban gempa bumi di pulau Lombok, khususnya Lobar. Agus adalah Mensos yang baru dilantik Presiden RI Joko Widodo menggantikan Idrus Marham. Usai dilantik, Agus langsung terbang mengunjungi para pengungsi gempa di Lombok.
Sabtu (25/8) malam, Agus bertatap muka dengan pengungsi yang ada di posko pengungsi Gunung Sari Lobar. Berbagai aspirasi dari para pengungsi, relawan dan Bupati Lobar diterima politisi Golkar ini.
Seperti disampaikan Asmahan. Pengungsi asal Desa Taman Sari ini menceritakan pengalamannya saat gempa yang nyaris merenggut nyawanya. Wanita berjilbab ini juga menyampaikan beberapa kebutuhan para pengungsi. Seperti kebutuhan pokok lantaran sudah dapat bekerja. Hingga kebutuhan selimut dan terpal selama di pengungsian yang kerap diserang dinginnya angin malam. “Kita butuh selimut. Benarkan ibu-ibu!” ujarnya sembari disambut kata iy aoleh para pengungsi lainnya.
Pengungsi lainnya mengeluhkan pendidikan bagi anak-anaknya. Rusaknya bangunan sekolah dan robohnya rumah, membuat mereka khawatir dengan keberlangsungan pendidikan buah hatinya.
“Tolong Pak Menteri bagaimana caranya anak-anak kita ini bisa kembali sekolah. Kasian anak-anak kita ini,” pinta Mustiah, pengungsi lainnya.
Warga Desa Sandik Kecamatan Batulayar ini berharap, adanya sekolah darurat yang didirikan oleh pemerintah pusat. Seperti menggunakan terpal atau tenda sampai dibangunnya kembali sekolah bagi anak-anak mereka. “Banyak sekolah yang runtuh, tidak bisa masuk anak-anak kita jadinya. Ngajinya juga terlantar,” keluhnya.
Selain pengungsi, petugas Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kementerian Sosial yang ada di NTB, Mardianti ikut buka suara. Menurut dia, dari panti sosial Paramita maupun panti rehabilitasi sosial anak turun langsung membantu pendidikan bagi anak-anak pengungsi. Hanya saja, pihaknya terkendala kelengkapan sarana berupa tenda darurat untuk membuat sekolah bagi anak pengungsi. “Kami butuh empat tenda untuk membangun sekolah darurat. Mohon bantuannya demi kelancaran pemulihan atas trauma anak,” usulnya.
Tidak ketinggalan, Bupati Lobar H Fauzan Khalid ikut menyuarakan aspirasi para pengungsi lain di Lobar. Utamanya mengenai jaminan hidup yang diberikan pascapemulihan bencana. Baik bagi para pengungsi yang rumahnya rusak berat, sedang maupun ringan. Itu karena hampir sebagian besar pengungsi kehilangan mata pencariannya. “Kami juga berharap ada pasar darurat, agar kehidupan perekonomian warga kembali normal kembali,” ujarnya.
Di hadapan Mensos, Bupati memaparkan data korban dan kerusakan di Lobar akibat gempa. Yakni korban meninggal dunia sebanyak 36 orang, serta kerusakan bangunan sebanyak 13 ribu lebih.
Menanggapi semua aspirasi itu, Mensos memberi semangat kepada para pengungsi. Agus mengatakan, para pengungsi tidak sendiri di sini. Pemerintah hadir siap membantu para pengungsi untuk memenuhi kebutuhannya.
Menurutnya, para pengungsi tidak perlu ragu dan sungkan menyampaikan apa masalah dan kebutuhannya. “Kami dari pemerintah pusat akan tetap membantu bapak ibu, apalagi dengan kondisi dampak dari bencana alam ini. Sampai nanti kehidupan bapak ibu bisa kembali normal,” janjinya.
Kemensos, kata Agus akan menampung seluruh aspirasi para pengungsi dan relawan. Termasuk aspirasi warga yang disampaikan Bupati Lobar mengenai jaminan hidup para pengungsi. “Kami akan rapatkan ini saat sampai di Jakarta nanti. Berdoa saja mudah-mudahan negara punya dana. Kalau ada dana, insya allah uang jaminan hidup itu bisa diterima oleh bapak ibu sekalian,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Mensos memberikan uang santunan kepada para ahli waris korban gempa yang meninggal dunia di Gunung Sari. Serta menyerahkan secara simbolis bantuan perlengkapan set dapur umum keluarga kepada para pengungsi. (*/r3/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here