Beranda Praya Metro Mangkung Jadi Desa Penyangga Pariwisata

Mangkung Jadi Desa Penyangga Pariwisata

BERBAGI
HAFIDZ/RADAR MANDALIKA IKAT: Sejumlah warga Desa Mangkung saat mengikat tembakau kering untuk dipasarkan, belum lama ini.

PRABAR – Desa Mangkung menjadi salah satu desa yang ditetapkan Badan Perencananaan Daerah (Bappeda) Lombok Tengah menjadi salah satu desa penyangga kawasan wisata Selong Belanak.
Kades Mangkung, L Samsul Rizal mengatakan, selain Mangkung, sejumlah desa yang jadi pilot project diantaranya desa Bonder, Banyu Urip Mekar Sari, dan Selong Blanak. Rencananya, di desa ini bakal dibuatkan sebuah pabrik khusus mendukung agribisnis pertanian para petani.
“Karena luas pertanian di sini cukup luas. Sehingga nantinya kami bakal tata perkebunan yang ada. Ini peran kami sebagai desa penyangga dalam mensupport objek wisata di Loteng,” jelasnya.
Ia menyebut beragam potensi pertanian warga seperti kedelai, kacang hijau, semangka, tembakau, pepaya, mangga, dan lainnya bisa dioleh di pabrik ini. Sehingga daya jual masyarakat semakin tinggi.
“Konsepnya tengah digodok seperti apa nantinya. Kami di desa sudah diundang untuk teken MoU dengan Pemkab,” jelasnya.
Dari itu, pihaknya tidak bisa hanya menunggu realisasi bantuan pabrik pengolahan hasil kebun warga. Namun, bakal terus berbenah yaitu dengan membuat desa wisata dengan memanfaatkan keberadaan hutan yang berada di Dusun Orok Gendang, Modak, Batukliang di Desa Mangkung.
“Izin pakai lahan ke Dinas Kehutanan dan Perkebunan NTB bakal kita lakukan guna menata wilayah ini,” ujarnya.
Ia menyebut, konsep desa wisata yang ditawarkan di desa yang dipimpinnya pun tak mengada-ada. Dengan konsep pedesaan yang asri, wisatawan bisa melihat keindahan Embung Jangkih Jawe dan Patre sembari bersepeda santai.
“Kita juga bisa buatkan kolam tempat berwisata jika pengunjung letih dan ingin berendam,” ujarnya.
Karenanya, untuk mendukung Desa Mangkung memiliki brand khusus, pihaknya berencana menggandeng UPT Dinas Pertanian Kecamatan Praya Barat untuk merumuskan rencana besar ini.
“Jika wisatawan mau beli oleh-oleh juga kita bisa siapkan hasil kreasi anyaman baku ketak, tenun, hingga hasil pertambangan batu alam. Dampaknya juga mengurangi pengangguran desa di sini,” tandasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, dalam konsentrasi desa wisata ini, pihaknya optimistis Desa Mangkung bisa menjadi seperti Desa Sade, Kecamatan Pujut yang memiliki kekhasan dengan desa wisatanya.
“Makanya kita ingin Pemkab mengihibahkan lahan 2 hektare di desa ini agar kita bisa konsentrasi penuh menata desa wisata nantinya,” harap Kades. (fiz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here