Beranda Headline Kasus Mesin Pertanian Mandek?

Kasus Mesin Pertanian Mandek?

BERBAGI

PRAYA — Hingga saat ini, penanganan kasus dugaan korupsi bantuan alat sistem pertanian (Alsintan) tahun 2017 milik Dinas Pertanian Loteng mandek? Tidak ada perkembangan penanganan yang terbaru.
Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) mengaku belum menemukan titik terang dalam kasustersebut. Hal itu lantaran jaksa masih kesulitan menemukan alat bukti.
“Kami sudah periksa semua saksi yang terkait dalam program ini. Tapi belum ada keterangan atau bukti yang menguatkan dugaan penyimpangan,” jawab Kasi Pidsus Kejari Loteng, Hasan Basri kepada wartawan, kemarin.
Hasan menegaskan, kasus bantuan alat mesin pertanian ini seperti hendtraktor, Combain, mesin air dan masih harus terus dilakukan pendalaman guna mengumpulkan bukti –bukti untuk mencari indikasinya. Namun, pihaknya akan tetap proses, bahkan untuk menemukan bukti, pihaknya akan tengah menyusun strategi.
“Jika memang tetap buntu kami akan segera rapat untuk mengambil sikap mengenai langkah kedepanya,” janjinya.
Menurut Hasan, untuk bisa mengungkap kasus ini butuh proses dan waktu cukup lama, sehingga pihaknya tidak bisa memberikan kepastian sampai kapan proses penyelidikan akan dilakukan. Namun, selama masih ada jalan, pihaknya akan terus berupaya maksimal mengungkap kasus dugaan korupsi pada program bantuan alsintan Loteng tahun 2017 tersebut.

“Lihat saja gimana hasil kedepanya,” ucapnya.
Hasan menjelaskan, program bantuan Alsintan sendiri ada tiga jenis. Pertama bantuan mesin combain sebanyak 18 unit. Kemudian ada 99 bantuan handtraktor serta 100 lebih bantuan mesin pompa air dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp 5 miliar. Adapun sumber anggaran bantuan tersebut, selain dari Pemkab Loteng ada juga yang bersumber dari APBD provinsi serta APBN.
“Khusus untuk bantuan combain, seluruh bersumber dari pemerintah pusat. sedangkan untuk bantuan handtraktor serta mesin pompa air ada yang dari APBD Loteng serta APBD provinsi,” bebernya.
Ia menambahkan, agar kasus ini tidak terulang kembali, saat dilaksanakan Mou TP4d pihaknya menyarankan kedepanya segala penyaluran bantuan pertanian melalui desa. Sebab, pihaknya melihat segala bantuan yang digelontorkan selama ini. Contohnya bantuan dari Dinas Pertanian seperti handtraktor banyak langsung ke kelompok penerimanya, tidak melalui desa setempat. Akibatnya bantuan tersebut rentan banyak bermasalah. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here