Beranda Headline Gempa Terpusat di Laut Utara Sumbawa

Gempa Terpusat di Laut Utara Sumbawa

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA MENGUNGSI: Anak-anak terlihat tetap ceria kendati berada di tenda pengungsian di KLU, beberapa waktu lalu.

MATARAM – Perairan atau laut di sebelah utara Kabupaten Sumbawa diguncang gempabumi tektonik kemarin, sekitar pukul pukul 11:54:05 WITA. Beruntung gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hasil analisis BMKG menyatakan, gempa tersebut memiliki kekuatan M=5,1. Episenter gempabumi (update) terletak pada koordinat 8,36 LS dan 116,95 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 44 km arah utara Kota Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat,NTB pada kedalaman 10 km.

Kepala BMKG Mataram, Agus Riyanto mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter dan mekanisme sumbernya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
“Mengingat episenternya relatif berdekatan dengan gempa M= 6,9 maka BMKG menyatakan bahwa gempabumi ini merupakan bagian dari rangkaian kluster gempa baru yang terjadi pada 19 Agustus 2018 lalu,” kata Agus di Mataram, kemarin.
Menurut informasi dari masyarakat, guncangan gempabumi dirasakan di Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat dan Lombok Timur pada skala intensitas II SIG-BMKG (III MMI), di Lombok Utara dan Mataram I SIG-BMKG (II MMI).
Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Sabtu malam Masyarakat NTB juga dibuat kaget dengan gempa yang terjadi pada dini hari hingga kemarin. Meski kekuatannya tidak tergolong besar namun getaran dirasakan warga NTB cukup keras. Dimana dalam kejadinnya pada pukul 02.33.20 WITA itu wilayah Kabupaten Sumbawa Barat diguncang. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan M=5,6 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,5. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,53 LS dan 116,93 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 25 km arah utara Kota Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 11 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter dan mekanisme sumbernya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik (Thrust Fault).
Mengingat epicenternya relative sama dengan gempabumi yang terjadi pada 19 agustus 2018 lalu, maka BMKG menyatakan bahwa gempabumi ini merupakan rangkaian gempabumi susulan yang terjadi sebelumnya.
Menurut informasi dirasakan dari masyarakat, dampak gempabumi dirasakan di Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa, Mataram II SIG-BMKG (III MMI), Kuta dan Denpasar I SIG-BMKG (II MMI). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami

Hingga pukul 03.10 WITA, Hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 2 (dua) kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock). (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here