Beranda Lombok Barat Dinsos Tarik Dapur Darurat

Dinsos Tarik Dapur Darurat

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA DITERIMA: Sejumlah set perlengkapan dapur umum keluarga yang diterima para pengungsi di Kecamatan Gunung Sari, Sabtu (25/8) lalu.

LOBAR —Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Barat (Lobar) menarik seluruh dapur daruratnya dari tempat pengungsian. Setelah usainya masa tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah pada 25 Agustus lalu.
Kepala Dinsos Lobar, Hj Ni Made Ambarwati membenarkan jika kedua dapur darurat yang ada di pos pengungsian Gunungsari dan Lingsar ditarik mulai hari ini. “Nanti BPBD yang selanjutnya mensuport logistic ke pengungsi di empat kecamatan yang terdampak,” kata Ambar yang ditemui di posko pengungsian Gunungsari, Sabtu (25/8) malam.
Dikatakan mantan Dirut RSUD Tripat ini, sebagai penganti dapur darurat yang ditarik, para pengungsi diberikan bantuan satu set perlengkapan dapur umum keluarga. Mulai dari kompor, gas, panci, wajan dan lain sebagainya. Kementerian Sosial memberikan bantuan sebanyak 10 ribu set dapur umum keluarga untuk NTB. Dari jumlah itu, Lobar memperoleh jatah 200 set. Nantinya satu set perlengkapan dapur umum keluarga itu diperuntukan bagi beberapa kepala keluarga (KK). “Nanti mereka buat dapur umumnya mandiri,” jelas wanita berjilbab ini.
Bantuan dapur umum keluarga itu akan kembali diperoleh Lobar secara bertahap. Pembagiannya pun sudah dimulai sejak Sabtu malam lalu secara simbolis oleh Menteri Sosial yang baru. Selain itu, para pengungsi juga akan memperoleh sembako sekitar 100 paket. Dimana sebelumnya sudah diperoleh sekitar seribu paket.
“Untuk paket sembakonya, ini tahap tiga diberikan 100 paket. Dan perlengkapan masak dapur umum keluarga 200 set. Nanti ada lagi,” jelasnya.
Setelah penutupan dapur umum darurat, sebagian pengungsi kemungkinan akan kembali ke rumah masing-masing. Selain pengungsi yang rumahnya rusak, ada juga pengungsi yang trauma namun rumahnya tidak rusak. Terkait pendampingan psikis bagi para pengungsi, dikatakan Ambar, hal itu akan dilakukan Dinas Kesehatan.
Sementara Kepala Dinsos Provinsi NTB, H Ahsanul Khalik memastikan, logistik masih akan tetap disuport bagi para pengungsi. Kendati dapur umum ditarik perlahan. Dukungan logistic itu akan berlanjut hingga para pengungsi sudah mandiri. Pihaknya juga mendorong mendorong masyarakat untuk kembali ke rumah membersihkan puing-puing reruntuhan. “Sehingga bisa mendirikan tenda di halaman rumah atau dibekas rumah yang sudah mereka bersihkan,” ujarnya.
Bagaimana dengan kebutuhan terpal? Ahsanul mengatakan, hal itu secara bertahap dipenuhi. Bekas-bekas tenda di pengungsian juga masih bisa dipergunakan. “Ini masuk masa transisi sampai nanti rehabilitasi dan rekonstruksi yang Pak Wapres menyerahkan waktu enam bulan, tapi tetap pemenuhan dasar mereka menjadi perhatian pemerintah,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here