Beranda Lombok Timur Kembalikan Kesucian Rinjani

Kembalikan Kesucian Rinjani

BERBAGI

LOTIM – Masyarakat pulau Lombok, hingga saat ini masih dirundung duka setelah diterpa bencana gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR), sejak Ahad (29/7) lalu. Akibat gempa bumi ini, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur (Lotim), Akhmad Roji meminta kesucian Rinjani dikembalikan. Ia meyakini, gempa bumi ini terjadi karena Gunung Rinjani yang diklaim sakral, sudah dinodai oknum tak bertanggungjawab.
Ketua BPPD Lotim Akhmad Roji, di Selong kemarin mengatakan, gempa bumi Lombok ini menurut banyak pihak terutama para tokoh spiritual, terjadi lantaran ada masalah terjadi di Gunung Rinjani. Pendapat para tokoh spiritual itu, menurutnya ada benarnya. “Sterilisasi Rinjani harus dilakukan. Sekali lagi, kesucian Rinjani harus dikembalikan. Bila perlu, selama beberapa tahun tahun ke depan tidak boleh ada pendakian lagi,” tegas Akhmad Roji.
“Perbaiki Rinjani dari sudut pandang spiritual. Saya berharap Rinjani menjadi wisata sakral dan dihormati,” imbuhnya.
Berkaca pada musibah bencana gempa bumi ini, pihaknya menyarankan ada baiknya pengelola Rinjani, duduk bersama dengan pemerintah daerah, tokoh adat dan semua pihak terkait lainnya. Duduk bersama membahas tata kelola, utamanya tata cara atau adat istiadat naik Rinjani. Duduk bersama itu merupakan keharusan, demi kebaikan. Jangan sampai masyarakat kembali menjadi tumbal, karena ulah oknum tak bertanggungjawab yang melakukan pendakian.
Selain duduk bersama memperbaiki tata kelola, tata cara dan adat istiadat, wisatawan yang melakukan pendakian harus diperiksa secara detail. Mulai dari pemeriksaan barang bawaan, dan tubuhnya. Jangan sampai, ada wisatawan menjadikan Rinjani sebagai tempat mengkonsumsi narkoba, atau membawa kondom untuk digunakan melakukan perbuatan seks. Karena informasi dihimpunnya, selain masalah etika atau moral terjadi di Rinjani, tetapi masalah sampah juga menjadi persoalan lain yang harus menjadi perhatian bersama.
“Saya kira, wisatawan yang melakukan pendakian, harus tunduk pada dengan aturan kita buat. Setidaknya, mereka menghormati kesakralan Rinjani,” tegasnya.
“Jangan berpikir pendapatan saja, tapi menjadi bahaya jika mengabaikan adat istiadat atau tata cara mendaki Rinjani,” sambungnya.
Ketika akan naik Rinjani, guide juga perlu diberikan ilmu yang bisa memberikan para wisatawan pemahaman bagaimana dan seperti apa Rinjani tersebut. Jangan sampai para guide sekadar menjadi penunjuk jalan saja. “Dulu masa saya remaja sering mendaki, puting gua susu itu masih utuh. Sekarang puting gua susu itu sudah tidak ada lagi,” pungkasnya seraya mengatakan, soal pengaruh gempa bumi pada angka kunjungan wisatawan, jelas berpengaruh besar. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here