Beranda Mataram Dari Kegiatan Istigosah dan Doa Bersama Pemkot Mataram

Dari Kegiatan Istigosah dan Doa Bersama Pemkot Mataram

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA DOA BERSAMA: Ribuan masyarakat bersama jajaran Pemkot Mataram menggelar istigosah, dan doa bersama, kemarin.

Dihadiri Ribuan Masyarakat, Berdoa Agar Dijauhkan dari Bala Bencana

Musibah gempa bumi mengguncang Pulau Lombok, termasuk Kota Mataram. Doa dipanjatkan agar Kota Mataram dijauhkan dari bala bencana.
RIRIN FITRIANA-MATARAM

JUMAT (24/8) pagi, halaman kantor Wali Kota hingga di jalanan, dipadati masyarakat. Semua datang dengan satu tujuan. Mengikuti istigosah dan doa bersama yang digelar Pemkot Mataram.
Menyusul musibah gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok, termasuk Kota Mataram sejak tanggal 5 Agustus lalu. Hingga detik ini, warga Kota Mataram masih was-was. Tidur tak nyenyak, belum berani kemana-mana. Ancaman gempa susulan masih terus menghantui, ditambah berbagai isu yang beredar di masyarakat.
Tak sedikit warga ibukota Provinsi NTB ini mengungsi tidur di tenda sementara. Dimana ada tanah lapang, di situlah tenda dibangun. Bukan hanya karena rumahnya rusak, namun karena khawatir dan trauma masuk rumah karena dihantui ancaman gempa susulan.
Tidak ada upaya lain selain berserah dan berdoa kepada allah, semoga Kota Mataram dijauhkan dari bala bencana. Sebagai manusia hanya bisa berikhtiar. Seperti dilakukan kemarin, pemkot menggelar istigosah dan doa bersama. “Istigosah dan doa ini agar dijauhkan dari segala bala bencana dan bermunajat memohon ampun kepada Yang Maha Kuasa atas segala dosa dan khilaf,” tulis Wali Kota H Ahyar Abduh pada laman Facebooknya.
Di Kota Mataram, tercatat tiga lingkungan mengalami kerusakan terbanyak. Yaitu, Lingkungan Pengempel Indah, Lingkungan Gontoran Barat, dan Lingkungan Tegal di Kecamatan Sandubaya. Kemudian korban meninggal dunia akibat gempa sejumlah 13 orang, luka-luka 47 orang, dan 104.498 orang mengungsi. “Jumlah pengungsi yang mendiami tenda-tenda darurat sebenarnya sempat berkurang setelah beberapa saat gempa melemah. Namun karena guncangan yang cukup besar kembali terjadi, pengungsi memilih untuk menempati lagi tenda-tenda pengungsian mereka,” jelas Wali Kota pada suatu kesempatan.
Ditambahkan, gempa bumi yang terjadi berulang kali dalam intensitas besar tersebut sebenarnya tidak berdampak terlalu parah bagi Kota Mataram. Para pengungsi juga tidak semua permanen. Sebagian pengungsi, rumahnya tidak mengalami kerusakan berarti. Melainkan karena mengalami trauma atau takut untuk kembali ke rumahnya.
Harapan warga sederhana. Semoga bencana cepat berlalu. Warga bisa kembali ke kehidupan normal, tanpa kembali dihantui rasa takut dan kekhawatiran. Sambil tetap berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here