Beranda Lombok Timur Revisi Sejumlah Raperda Mandek

Revisi Sejumlah Raperda Mandek

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA H Daeng Paelori

LOTIM – Revisi sejumlah Peraturan Daerah (Perda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur (Lotim), mandek. Terutama revisi Perda Zakat dan Retribusi Pengelolaan Pasar. Revisi Perda Zakat mentok karena kurang mendapat respon bagus pemerintah.
Pembahasan menjadi mentok, karena dewan menginginkan perubahan nama status kelembagaan Badan Amil Zakat Daerah (Bazda), menjadi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Sementara eksekutif menginginkan status kelembagaannya adalah Bazda. “Kami sangat pro aktif untuk merampungkannya, tapi terkendala pemerintah tidak merespon bagus. Sebab, tidak bisa dewan sepihak tanpa melibatkan eksekutif,” tegas Wakil Ketua DPRD Lotim, H Daeng Paelori, kemarin.
Karena bunyi klausulnya, harus persetujuan bersama. Disaat tidak nyambung seperti pembahasan revisi Perda Zakat, maka dilakukan penundaan. Sampai kemudian antara eksekutif dengan legislatif memiliki kesamaan pandangan. “Nama kelembagaan ini yang melatar belakangi dewan merevisi Perda Zakat, sehingga bisa menyesuaikan dengan pusat. Enaknya satu aturan, sehingga nanti tidak mengandalkan diri kita di tingkat lokal. Tapi badan yang menaungi masalah zakat, bisa memberikan kontribusi besar terhadap daerah,” ujarnya.
Diparuh waktu sampai Desember mendatang, beberapa Perda yang sudah menunggu, akan segera dirampungkan. Baik pembahasan perda sifatnya wajib maupun urusan lainnya. Seperti Tata Tertib (Tatib), KUA PPAS dan APBD Perubahan, bisa selesai. “Kami beberapa waktu lalu, juga sudah menanyakan pada eksekutif, kesiapan Perda Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. Mudah-mudahan segera diajukan,” pungkasnya seraya mengatakan, Insya Allah usai pelantikan Bupati terpilih dibahas kembali. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here