Beranda Headline Pengungsi dari Sumbawa dan KSB Masih Didata

Pengungsi dari Sumbawa dan KSB Masih Didata

BERBAGI

Data Meninggal Dunia Masih 555 Jiwa

MATARAM – Pascagempa yang mengguncang Lombok dan Sumbawa Minggu (19/08) malam lalu, berkekuatan 6,9 SR. Pendataan jumlah pengungsi di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) belum tuntas. Hingga saat ini, jumlah pengungsi di dua kabupaten tersebut masih pada tahap pendataan.
Sementara di Lombok masyarakat sudah mulai kembali bekerja bahkan aktivtas ekonomi sudah mulai pulih ditandai pasar mulai ramai. Tidak hanya itu, jumlah pengungsi mulai menurun disiang hari sebab mulai bekerja.
“Masyarakat, pemerintah dan relawan mulai bahu membahu membersihkan puing-puing,” terang Kepala Badan Penanggulanan Bencan Daerah (BPBD) NTB, Muhammad Rum di Mataram tadi malam.
Untuk data sampai tadi malam, di KLU yang MD 466, luka-luka 829, pengungsi 134.235 dan rumah rusak berjumlah 23.098. Lobar yang MD masih 40, luka-luka 399, pengungsi 116.453, rumah rusak 37,285 kemudian Lotim, MD 31, luka-luka 122, mengungsi 104.060 dan rumah rusak 7.280. Kemudian di Mataram MD 9, luka-luka 63, pengungsi 18.894 dan rumah rusak 2.060, Lombok Tengah MD 2, luka-luka 3, pengungsi 13.887 dan rumah rusak 4629. Untuk Sumbawa besar MD 5, luka-luka 2, rumah rusak 105 dan di KSB MD 2, luka-luka 60 dan rumah rusak 6.131.
“Untuk jumlah pengungsi baik di Sumbawa dan KSB masih dalam pendataan,” jelas Rum.
“Seluruhnya yang MD 555 dan pengungsi 390.529,” tambah Rum.
Sampai saat ini pemerintah masih melakukan koordinasi antara ckuster nasional dengan subbidang dalam strukturpos komando, pihaknya juga masih melaksanakan pembersihan puing-puing bangunan disekitar jalan protokol kecamatan terutama di wilayah Pemenang, Tanjung, Gangga dan Gunungsari.
Rum menyampaikan, dukungan nasional yaitu Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) BNPB berada di dalam kompleks yang sama dengan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Lombok 2018 dan memberikan dukungan strategis, teknis dan taktis kepada Pos Komando Penanganan Darurat Bencana GempaLombok2018. Pangdam IX/Udayana melakukan pengecekan kondisi operasi di lapangan dan memberikan arahan strategy, teknis dan taktis untuk kelancaran operasi penanganan darurat bencana gempa.
“Menkopolhukam memberikan dukungan dan arahan koordinasiantarLembaga pemerintah,” jelas Rum. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here