Beranda Headline Pendukung Balon Kades Serage Gedor DPMD

Pendukung Balon Kades Serage Gedor DPMD

BERBAGI
TARNADI/RADAR MANDALIKA HEARING: Sekitar 100 orang warga Desa Serage, Kecamatan Prabarda mendatangkan kantor DPMD Loteng untuk hearing, kemarin.

PRAYA —Ratusan warga Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya siang kemarin mengadu ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Loteng. Kedatangan mereka kali ini buntut dari kebijakan panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) yang diduga melanggar regulasi, terutama soal tahapan Pilkades yang membuat sejumlah Balon Kades tidak bisa mendaftar.
Agus Munadi, salah satu tim sukses (Timses) Balon Kades Serage atas nama Supardi mengaku, kedatangan warga ke DPMD ini diambil sebagai bukti jika warga Serage tidak hanya bermain otot dalam menyikapi persoalan politik di desa. Akan tetapi juga melalui mediasi dengan cara mempertanyakan langsung kepada instansi berwenang. Sebab jika persoalan ini terus dibiarkan, bisa mengakibatkan terjadinya gesekan antar warga (pendukung).
“Setahu saya, masa pendaftaran calon kan dibuka dari 12-20 Agustus. Jika ada yang belum lengkap, ada tahapan perbaikan sampai 9 September. Lantas kenapa berkas balon kades yang kami dukung langsung ditolak?” sesalnya.
Menanggapi aduan tersebut, Kabid Pemdes pada DPMD Loteng, Baiq Murniati menjelaskan, regulasi yang diterapkan dalam Pilkades ini memang tidak sama dengan regulasi sesuai pada pelaksanaan Pemilu. Untuk Pilkades, yang menajadi pedoman tertingginya yakni Undang-Undang nomor 6 tahun 2014, Permendagri 112 tahun 2016, Permendagri nomor 56 tahun 2016, Perda dan Perbup. Oleh karena itu, terkait tahapan Pilkades yang mengatur soal perbaikan syarat administrasi pencalonan maupun syarat administrasi dukungan itu sudah final dijelaskan dalam Perbup nomor 9 dan 10 tahun 2018. Sehingga, jika syarat administrasi pencalonan dan administrasi dukungan tidak bisa dilengkapi sampai tanggal batas pendaftaran yakni sampai 20 Agustus, maka langkah panitia untuk menolak sangatlah tepat.
“Tahapan verifikasi syarat itu bukan waktu untuk melengkapi syarat pencalonan atau syarat dukungan. Lantas apa yang mau diverifikasi kalau syaratnya tidak lengkap dari awal. Ini makanya alasan panitia menolaknya,” terangnya.
Hal senada disampaikan Kepala DPMD Loteng, Jalaludin. Dikatakannya, regulasi ada agar pelaksanaan Pilkades tertib hukum dan azas. Selain itu, terhadap tahapan dan garis besar soal Pilkades pihaknya di DPMD sudah melakukan sosialisasi bersama seluruh toga dan toma di semua desa. Tidak hanya itu, panitia Pilkades bersama panitia Pengawas Kecamatan juga sudah mengikuti Bimtek. Karena itu, jika ada warga atau pendukung balon kades yang merasa dirugikan atas keputusan panitia seperti ini, Jalaludin meminta agar warga mengajukan surat keberatan atau pengaduan kepada panitia pengawas tingkat kabupaten. Untuk menindaklanjuti itu, panitia pengawas akan mengeluarkan keputusan berupa rekomendasi yang bersifat final.
Di sisi lain, Muhammad Saleh, Ketua Panitia Pilkades Serage menjelaskan bahwa kasus ini sebenarnya sudah disosialisasikan jauh hari sebelum tahapan pendaftaran Balon Kades dibuka. Tidak hanya itu, panitia juga sudah memberikan semua Balon Kades soft copy Perbup nomor 9 tahun 2018 sebagai salah satu pedoman yang mengatur soal persyaratan administrasi dukungan maupun administrasi pencalonan bagi Balon Kades. Agar sebelum waktu pendaftaran habis, semua syarat bisa dilengkapi. Akan tetapi, Balon Kades atas nama Supardi sampai batas akhir pendaftaran belum bisa melengkapi syarat yang diajukan, seperti surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari rumah sakit pemerintah, surat keterangan bebas narkoba dari BNN, surat pernyataan dukungan yang hanya lampirannya saja, surat keterangan tidak pernah menjadi kades selama tiga periode dari bupati, tidak ada surat keterangan cuti karena yang bersangkutan sebagai kadus dan syarat-syarat lainnya.
“Karena tidak bisa melengkapi sampai batas waktu makanya kami tolak. Kami juga sudah persilakan balon atau pendukungnya mengadu kepada panitia kabupaten,” pungkasnya. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here